Pendapatan Pemprov Gorontalo hingga semester I 2026 mencapai Rp806 miliar, atau 52,41 persen dari target Rp1,53 triliun. Angka ini dipaparkan dalam Rapat Pimpinan Evaluasi Progres Realisasi Juni 2026 yang dipimpin Gubernur Gusnar Ismail dan Sekdaprov Sofian Ibrahim di Ruang Dulohupa pada Selasa, 14 Juli 2026.

Capaian di atas separuh target pada pertengahan tahun menandakan penerimaan daerah berjalan cukup baik.

Rincian pendapatan Pemprov Gorontalo

Pendapatan transfer dari pusat tercatat Rp577 miliar atau 52,62 persen. Sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp260 miliar atau 59,12 persen dari target Rp440 miliar.

PAD yang sudah hampir 60 persen menunjukkan penerimaan dari pajak dan retribusi daerah bergerak lebih cepat dibanding pos pendapatan lain.

Belanja 41 persen, kas aman

Di sisi pengeluaran, belanja daerah hingga akhir Juni 2026 baru mencapai 41,01 persen atau Rp664 miliar. Posisi ini membuat kas daerah dinilai aman, dan program enam bulan pertama tidak terganggu.

“Nah kita lihat, progres belanja ini ada pada 41,01. Artinya kalau kita bandingkan dengan pendapatan semester 1, kita masih ada selisih sekitar 10% dari sisi angka, tapi dari nominal ada sekitar hampir Rp200 miliar cadangan,” kata Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Sukril Gobel.

Realisasi fisik lampaui target

Penyerapan anggaran juga melampaui target. Realisasi fisik mencapai 52,30 persen, di atas target 45,73 persen. Realisasi keuangan tercatat 48,99 persen, juga melewati target 45,29 persen.

Gubernur minta sensus aset dipercepat

Gusnar juga mengevaluasi sensus Barang Milik Daerah (BMD) yang baru dijalankan sebagian OPD. Ia meminta semua perangkat daerah segera membentuk tim sensus dan menuntaskan inventarisasi aset.

“Resumennya saya rumuskan saja sekarang, untuk pelaksanaan sensus rapat pimpinan bulan Juli, semua sudah selesai SK,” tegas Gusnar.

Kenapa angka ini penting untuk warga

Pendapatan dan belanja daerah menentukan seberapa banyak jalan, sekolah, dan layanan kesehatan yang bisa dibangun. Belanja yang lebih lambat dari pendapatan berarti masih ada ruang anggaran yang menunggu dieksekusi di semester kedua.

Tantangannya adalah memastikan sisa anggaran itu terserap tepat waktu dan tepat sasaran, bukan menumpuk di akhir tahun.

2 min read