Kwartir Nasional Gerakan Pramuka resmi menetapkan Gorontalo sebagai tuan rumah Perkemahan Antar Satuan Karya (Peran Saka) Nasional 2025 yang berlangsung 2-9 November di Bumi Perkemahan Bongohulawa, Limboto. Identitas kegiatan pun telah dirilis: maskot Kak Sapa dan Kak Sherly berbentuk Hiu Paus berseragam pramuka. Hiu Paus dipilih karena menjadi magnet pariwisata Gorontalo, melambangkan kekuatan, ketangguhan, dan semangat kebersamaan sekaligus kelestarian alam. Seragam pramuka pada maskot mencerminkan komitmen pengabdian dan pengembangan diri anggota pramuka.
Logo resmi juga mengusung konsep kobaran api yang melambangkan semangat juang peserta, dipadukan dengan Burung Garuda sebagai simbol kebangsaan dan Tiang Pahangga khas Gorontalo yang merepresentasikan kestabilan dan landasan kokoh. Warna biru, hijau, ungu, kuning, dan merah masing-masing membawa makna ketenangan, pertumbuhan, kreativitas, optimisme, dan keberanian. Kombinasi elemen modern dan budaya lokal ini memberikan kesan dinamis sekaligus menghormati identitas Gorontalo sebagai tuan rumah. Maskot dan logo diharapkan menginspirasi peserta menjadi pribadi kuat, peduli lingkungan, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.
Ketua Harian Kwarda Gorontalo Susanto Liputo menegaskan kesiapan daerah menyambut lebih dari 5.200 peserta dari seluruh Indonesia. “Jelas sangat siap, apalagi pemerintah daerah, yakni Pemprov dan Pemkab Gorontalo memberi dukungan penuh,” ujarnya didampingi Wakil Ketua Bidang Kominfo Sugondo Makmur, Rabu (2/7). Seluruh kwartir daerah dan satuan karya se-Indonesia telah memastikan kehadiran mereka. Bagi sobat Pramuka di Gorontalo, ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan keramahan dan kemampuan organisasi kepada ribuan tamu dari luar daerah. Persiapan terus dimatangkan agar Peran Saka Nasional 2025 tidak hanya sukses secara acara, tapi juga meninggalkan kesan mendalam tentang Gorontalo yang ramah, tangguh, dan kaya budaya
