Persiapan PENAS 2026 terus dimatangkan Pemprov Gorontalo. Pekan Nasional Petani Nelayan ke-17 ini dijadwalkan berlangsung 20–25 Juni 2026 di Limboto, Kabupaten Gorontalo, dan diperkirakan dihadiri sekitar 30 ribu peserta.
Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie meninjau kesiapan lokasi pada Rabu, 14 Januari 2026, didampingi Sekda Sofian Ibrahim dan pimpinan OPD terkait.
Yang ditinjau
Peninjauan meliputi panggung utama, ruang pertemuan, area pameran, akses jalan, hingga homestay untuk peserta. Waktu yang tersisa sekitar lima bulan dinilai cukup jika semua pihak bergerak bersama.
Besarnya jumlah peserta menjadi perhatian utama, terutama soal transportasi dan mobilitas. Karena itu, Pemprov mengusulkan tambahan penerbangan.
“Estimasi peserta sekitar 30 ribu orang, ini bukan jumlah yang sedikit. Karena itu kami mengusulkan adanya extra flight untuk mendukung transportasi udara agar seluruh peserta bisa terlayani dengan baik,” ujar Idah.
6.000 rumah warga jadi homestay
Gorontalo menyiapkan sekitar 6.000 rumah warga di lima kecamatan untuk dijadikan homestay. Setiap rumah bisa menampung 5 hingga 10 peserta, lengkap dengan sarapan dan makan malam.
Dengan cara ini, uang yang dibelanjakan peserta langsung mengalir ke dapur warga, bukan hanya ke hotel. Pelaku UMKM di sekitar homestay juga berpeluang kebagian rezeki.
Tanggung jawab semua daerah
Idah menegaskan sukses PENAS adalah tanggung jawab seluruh kabupaten dan kota, bukan hanya Kabupaten Gorontalo sebagai lokasi utama.
“Kita ingin PENAS ini bukan hanya sukses secara pelaksanaan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan meninggalkan kesan yang baik bagi seluruh peserta yang datang ke Gorontalo,” pungkasnya.
Catatan setelah acara
Angka 30 ribu peserta dan 6.000 rumah adalah perkiraan pada tahap awal persiapan di bulan Januari. Menjelang acara, jumlah peserta terdaftar dan rumah warga yang benar-benar dipakai dilaporkan lebih kecil dari perkiraan awal tersebut.
Meski begitu, skema homestay menunjukkan cara event besar bisa dibagi manfaatnya ke rumah tangga biasa. Bagi warga yang rumahnya ditempati, ini peluang menambah penghasilan sekaligus berkenalan dengan petani dan nelayan dari berbagai provinsi.




