Rachmat Gobel kembali dipercaya memimpin DPW Partai NasDem Provinsi Gorontalo. Pelantikan pengurus berlangsung bersamaan dengan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I di Grand Palace Convention Center pada Rabu, 17 Juni 2026.
Gobel didampingi Ridwan Monoarfa sebagai sekretaris. Posisi Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) diisi Roni Imran, menggantikan almarhum Rustam Akili.
Pesan Rachmat Gobel: stop inflasi kata-kata
Dalam arahannya, Gobel meminta kader menjadikan kerja nyata sebagai orientasi utama. Menurutnya, warga tidak lagi butuh janji dan retorika.
“Semua orang boleh berbicara apa saja. Namun yang terpenting adalah langkah konkret yang dilakukan. Yang saya butuhkan bukan kesimpulan atau wacana, tetapi apa yang benar-benar dikerjakan,” tegas Gobel.
“Sudah terjadi inflasi kata-kata dalam politik. Yang ditunggu rakyat sekarang adalah tindakan dan hasil kerja. Saatnya bekerja, saatnya bertindak, saatnya menunjukkan aksi nyata,” ujarnya.
Gobel menyinggung tekanan ekonomi dan sosial yang dihadapi warga, dari pemulihan pascapandemi, ketidakpastian ekonomi global, perubahan iklim, hingga konflik geopolitik. Ia meminta kader hadir sebagai solusi, bukan beban baru.
Tema “Membangun dari Desa”
Rakerwil tahun ini mengusung tema “Membangun dari Desa”. Gobel mendorong kader fokus pada sektor produktif daerah seperti pertanian, perkebunan, perikanan, pariwisata, dan agrowisata.
“Cahaya Gorontalo sudah mulai terlihat. Karena itu mari kita bekerja lebih keras lagi. Saya ingin program-program yang konkret dan menyentuh kebutuhan masyarakat. Mari bersama-sama membangun Gorontalo dari desa,” ungkapnya.
Apresiasi dari DPP
Wakil Ketua Umum NasDem Saan Mustopa, yang memimpin pelantikan, menilai Gobel punya daya tarik elektoral dan kedekatan emosional dengan warga Gorontalo.
Acara dihadiri Sekjen NasDem Hermawi F. Taslim, sejumlah pengurus DPP, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, kepala daerah, serta pimpinan partai politik se-Gorontalo.
Lepas warna baju setelah pemilu
Gobel juga mengingatkan bahwa perbedaan pilihan politik hanya berlaku saat pemilu.
“Setelah pemilu selesai, lepaskan warna baju masing-masing. Yang ada adalah semangat bersama untuk membangun daerah. Pada akhirnya, kita semua adalah orang Gorontalo yang memiliki tanggung jawab yang sama untuk memajukan daerah ini,” pungkasnya.
Bagi pemilih muda, janji “kerja nyata” ini bisa ditagih lewat program yang benar-benar terlihat di desa masing-masing.




