Wamen Diktisaintek Stella Christie memberi apresiasi pada riset Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang berfokus pada pengembangan kawasan Teluk Tomini. Pujian itu ia sampaikan saat kunjungan kerja perdananya ke UNG pada Rabu, 11 Februari 2026.

Dalam kunjungan itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini bertemu langsung dengan jajaran pimpinan dan para peneliti UNG.

Mendengar langsung riset UNG

Forum diskusinya berlangsung hangat. Stella mendengarkan paparan berbagai riset unggulan UNG, terutama penelitian dan pengabdian masyarakat yang berbasis pengembangan kawasan Teluk Tomini.

Menurutnya, riset yang diarahkan untuk mengembangkan sebuah kawasan adalah gagasan strategis dan berdampak langsung bagi warga.

“Sesuai amanah Presiden Prabowo Subianto, pembangunan bangsa ke depan harus ditopang oleh fondasi sains dan teknologi yang kokoh. Salah satu jalannya adalah melalui keunggulan riset di setiap universitas,” ujar Stella.

Ia menjelaskan, kunjungannya ke berbagai kampus bertujuan mendengar langsung capaian dan tantangan para peneliti di daerah.

“Ini menjadi alasan mengapa setiap kali berkunjung ke kampus, saya ingin mendengar langsung apa yang sudah dikerjakan para peneliti seperti di UNG,” tambahnya.

Riset UNG sejalan dengan Diktisaintek Berdampak

Stella menilai keunggulan UNG ada pada fokus riset yang jelas dan konsisten, yaitu pengembangan kawasan Teluk Tomini demi kesejahteraan masyarakat.

Fokus ini dianggap selaras dengan tagline “Diktisaintek Berdampak” yang diusung kementerian. Artinya, riset kampus diharapkan tidak berhenti di jurnal, tetapi terasa manfaatnya bagi warga sekitar.

Rektor UNG, melalui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr. Mohamad Amir Arham, menyambut hangat kedatangan Stella. Menurutnya, kunjungan ini memberi dorongan bagi ekosistem riset di Gorontalo.

“Kehadiran Ibu Wamen di tengah-tengah peneliti kami memberikan suntikan semangat baru. Ini akan mendorong kami untuk terus meningkatkan kuantitas dan kualitas riset yang memberikan nilai manfaat nyata bagi masyarakat luas,” pungkas Prof. Amir.

Bagi mahasiswa dan peneliti muda di Gorontalo, pesan ini jelas: riset yang dekat dengan persoalan daerah justru punya nilai lebih di mata pemerintah pusat.

2 min read