Taman Menara Pakaya di pusat Kota Limboto sedang dirombak. Pemkab Gorontalo berencana menghadirkan desain yang lebih modern, lengkap dengan videotron besar berbentuk bundar sebagai daya tarik utama kawasan.
Revitalisasi sudah masuk tahap pembongkaran sejumlah infrastruktur lama, termasuk panggung utama. Bupati Gorontalo Sofyan Puhi dan Wakil Bupati Tonny Junus memantau langsung prosesnya agar berjalan lancar.
Wajah baru Taman Menara Pakaya
Sofyan menegaskan revitalisasi ini bukan sekadar merapikan taman. Menurutnya, ini langkah strategis untuk menghadirkan ruang publik modern yang nyaman dan menarik bagi warga maupun wisatawan.
“Revitalisasi ini bukan hanya mempercantik taman, tetapi membangun wajah baru pusat Kota Limboto agar lebih hidup, modern, dan menjadi destinasi kebanggaan masyarakat Kabupaten Gorontalo,” katanya.
Videotron bundar diproyeksikan menjadi ikon baru. “Videotron bundar ini akan menjadi magnet baru Kota Limboto. Kami ingin kawasan Menara Pakaya tampil lebih modern, representatif, dan mampu memberikan pengalaman baru bagi masyarakat maupun tamu daerah,” jelas Sofyan.
Tidak membebani APBD
Soal biaya, Pemkab menggandeng pihak ketiga. Dengan begitu, APBD Kabupaten Gorontalo tidak ikut terbebani.
Skema ini disebut sebagai inovasi pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan kawasan perkotaan yang lebih progresif dan berkelanjutan.
Target rampung sebelum PENAS KTNA
Pemkab menargetkan pekerjaan utama selesai sebelum PENAS KTNA XVII Tahun 2026. Saat agenda nasional itu berlangsung, Taman Menara Pakaya akan menjadi salah satu titik kunjungan dan pusat aktivitas warga.
“Kami optimistis kawasan ini selesai tepat waktu, sehingga saat PENAS digelar, wajah baru Kota Limboto sudah siap menyambut ribuan tamu dari seluruh Indonesia,” ujar Sofyan.
Selain taman, revitalisasi juga menyasar bangunan Menara Pakaya Tower untuk memperkuat citra kawasan kota dan mendukung pariwisata daerah.
“Pemerintah daerah berharap kawasan modern tersebut dapat menjadi simbol kemajuan daerah sekaligus ruang publik yang membanggakan masyarakat Kabupaten Gorontalo,” tandasnya.
Bagi warga Limboto, perubahan ini layak ditunggu. Taman yang lebih modern bisa jadi tempat nongkrong baru, sekaligus spot foto yang menarik bagi tamu PENAS.




