Thariq Modanggu dan Nurjanah Hasan Yusuf resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo Utara periode 2025–2030. Pelantikan dilakukan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail atas nama Presiden di rumah jabatan gubernur pada Kamis malam, 19 Juni 2025.
Gorontalo Utara menjadi daerah yang paling terakhir melantik kepala daerah, karena hasil Pilkada serentak sebelumnya berujung pada Pemungutan Suara Ulang (PSU).
“Saya Gubernur Gorontalo, atas nama Presiden RI dengan resmi melantik saudara Thariq Modanggu sebagai Bupati Gorontalo Utara dan Nurjanah Hasan Yusuf sebagai Wakil Bupati Gorontalo Utara,” ujar Gusnar.
Pesan Gusnar: berkolaborasi
Gusnar meminta bupati, wakil bupati, dan seluruh pemangku kepentingan di Gorontalo Utara saling berkoordinasi agar pembangunan bisa dipacu.
“Kami berharap semua pihak harus tetap saling berkoordinasi, berkolaborasi, bersinergi dan membangun hubungan yang harmoni, khususnya dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat,” ujar Gusnar.
Ia juga mengingatkan bahwa perbedaan pilihan saat Pilkada sudah selesai. Sekarang saatnya bersatu membangun Gorontalo Utara.
Menurut Gusnar, pelantikan kepala daerah adalah hal penting dan strategis bagi jalannya pemerintahan di daerah, dan kini warga Gorontalo Utara menunggu gebrakan pasangan baru ini.
Pelantikan digelar pukul 20.00 Wita setelah Gusnar menerima pemberitahuan dari Mendagri Tito Karnavian terkait surat keputusan dan teknis pelaksanaan.
Program prioritas Thariq Modanggu
Thariq dan Nurjanah langsung bergerak. Usai pelantikan, keduanya menyerahkan dokumen program prioritas kepada Pemprov Gorontalo.
“Kami bersyukur atas pelantikan hari ini yang menjadi penanda sahnya amanah rakyat kepada kami. Ini adalah hasil dari proses demokrasi yang panjang dan kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung,” ujar Thariq.
Salah satu program utama adalah penguatan UMKM yang diselaraskan dengan pembentukan Koperasi Merah Putih.
Thariq juga menyoroti pengawasan laut. Sebagai daerah pesisir, Gorontalo Utara masih menghadapi pengeboman ikan dan praktik penangkapan yang merusak. Karena itu, ia mendorong pembentukan Satgas Pengawasan Laut lintas sektor di bawah koordinasi provinsi.
“Kami langsung bergerak, siap bekerja untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Gorontalo Utara,” tandasnya.




