Tiliaya menjadi bintang peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo. Kudapan khas Gorontalo ini dikenalkan kepada anak-anak dalam rangkaian acara di Taman Limboto pada Rabu, 22 Juli 2026.
Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie hadir bersama Bupati Gorontalo Sofyan Puhi dan Ketua TP-PKK.
Kenapa tiliaya?
Pemprov Gorontalo mengangkat tiliaya sebagai simbol cinta budaya dan pangan lokal. Lewat makan bersama, anak-anak diajak bangga pada identitas daerah sekaligus mengenal makanan lokal yang bergizi.
Bank SulutGo ikut membagikan tiliaya kepada 500 siswa.
“Dari tadi pagi ada tiga kegiatan hari anak ini kita sudah laksanakan. Ditambah ada pembagian tiliaya dari Bank SulutGo kepada 500 siswa. Kearifan lokal berupa makanan tiliaya ini harus dipertahankan dan terus dilestarikan. Tiliaya memiliki filosofi bahwa dengan mengonsumsinya badan menjadi sehat, kuat, dan lebih bugar karena mengandung gula merah, telur, santan, serta rempah-rempah,” ujar Idah.
Tujuh kebiasaan anak hebat
Idah juga mengajak anak-anak membiasakan tujuh kebiasaan anak hebat. Ketujuhnya adalah bangun pagi, beribadah, dan berolahraga, lalu makan sehat dan bersosialisasi. Dua sisanya adalah gemar belajar serta tidur lebih awal.
Ia mengingatkan pentingnya membatasi penggunaan ponsel agar anak cukup istirahat.
“Kalau ingin menjadi anak yang hebat, maksimal pukul 10 malam sudah harus tidur agar keesokan harinya badan segar dan siap mengikuti berbagai kegiatan. Kebiasaan baik inilah yang akan membentuk generasi yang sehat dan berkualitas,” katanya.
Dukungan untuk Forum Anak
Idah juga hadir pada pelantikan Forum Anak Kabupaten Gorontalo. Ia mendukung forum ini sebagai ruang bagi anak untuk menyampaikan aspirasi, mengembangkan ide, dan saling menguatkan, termasuk soal kesehatan mental.
Ia menyambut baik usulan agar Forum Anak digelar rutin setiap bulan.
“Mudah-mudahan harapan Ketua Forum Anak, Pemerintah Kabupaten, dan Pemerintah Provinsi bisa wujudkan bersama. Mari saling membantu, saling menguatkan, dan menjaga kesehatan mental anak agar cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 dapat tercapai,” tutup Idah.
Kenalkan kuliner lokal sejak kecil
Anak-anak sekarang lebih akrab dengan jajanan kekinian. Memperkenalkan tiliaya lewat acara menyenangkan bisa membuat mereka mengingat rasa kudapan daerah sejak kecil.
Orang tua juga bisa ikut berperan. Mengajak anak membuat tiliaya di rumah, dari mengocok telur sampai mencampur gula merah dan santan, bisa jadi kegiatan akhir pekan yang seru sekaligus mendidik.

