Zaskia Putri Salurante membawa nama Gorontalo dan Indonesia ke puncak dunia. Karateka binaan Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) Provinsi Gorontalo ini menjadi juara dunia World Karate Federation (WKF) Youth League di Fujairah, Uni Emirat Arab, pada Sabtu, 22 Februari 2025.
Siswi kelas X SMA Negeri 6 Kota Gorontalo yang baru berusia 15 tahun itu meraih medali emas kategori cadet kata putri. Ia mengalahkan karateka dari Iran, Italia, dan Kanada.
Apresiasi Gubernur Gorontalo
Kabar ini disambut Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, yang saat itu sedang mengikuti retret kepala daerah di Akademi Militer.
“Alhamdulillah atlet binaan PPLP kita meraih emas. Prestasi yang membanggakan bukan saja untuk Gorontalo tapi juga untuk Indonesia. Selamat dan apresiasi dari saya atas nama pemerintah dan masyarakat Gorontalo,” kata Gusnar lewat pesan singkat pada Minggu, 23 Februari 2025.
Gusnar menyebut PPLP Gorontalo juga melahirkan atlet berprestasi di cabang lain, seperti sepak takraw. “Insyaallah ke depan kita perkuat lagi supaya atlet atlet muda ini semakin baik dan berprestasi,” imbuhnya.
Jejak prestasi Zaskia Putri Salurante
Zaskia lahir pada 29 September 2009 dan direkrut PPLP pada 2021. Sejak itu, prestasinya terus bertambah di tingkat nasional maupun internasional.
Ia tiga kali meraih emas di Kejurnas Karate Antar PPLP/PPLPD & SKO yang digelar Kemenpora, yaitu pada 2021, 2023, dan 2024. Ia juga meraih perunggu POPNAS 2023 di Palembang.
Pada 2024, ia merebut emas Kejurnas Karate Piala Ketum PB FORKI di Banten dan emas Piala Kapolri di Malang.
Di level internasional, Zaskia meraih emas Kejuaraan Karate Asia Tenggara (SEAKAF) di Thailand, perunggu Kejuaraan Karate se-Asia di Filipina, dan perunggu Kejuaraan Dunia Karate JKS di Jepang, semuanya pada 2024. Ia juga menempati peringkat 5 Kejuaraan Dunia Karate WKF di Italia pada tahun yang sama.
Inspirasi untuk atlet muda Gorontalo
Deretan prestasi itu menunjukkan bahwa gelar juara dunia di Fujairah bukan kebetulan. Ada proses panjang dan latihan konsisten sejak ia bergabung di PPLP.
Bagi atlet muda Gorontalo, kisah Zaskia jadi bukti bahwa pembinaan di daerah bisa mengantar ke panggung dunia.

