Pada Rabu (21/10/2026), 23 barista dari Provinsi Gorontalo berkumpul di Pyur For You Gorontalo untuk mengikuti Barista Competition Manual Brew Gorontalo, kompetisi seduh manual yang digelar dalam rangka HUT ke-16 Gorontalo Unite.

Dari penyisihan sampai grand final

Babak penyisihan berlangsung sejak pagi hingga sore. Setiap peserta menyeduh kopi dengan metode manual brew dan dinilai juri. Dari 23 peserta, enam terbaik melaju ke babak grand final untuk memperebutkan juara satu, dua, dan tiga.

Read alsoHUT ke-16 Gorontalo Unite: Dari Grup Facebook 2010 hingga Panggung Barista

Sesuai ketentuan panitia, penilaian mencakup rasa (aroma, keseimbangan, dan aftertaste) dengan bobot terbesar, disusul teknik dan konsistensi seduh, kebersihan area kerja, serta presentasi dan komunikasi peserta.

Bukan sekadar lomba

Ketua panitia, Rachmat Tommy Pongoliu, menyebut kompetisi ini selain memperingati 16 tahun Gorontalo Unite juga bertujuan meningkatkan industri kopi di daerah. Ia menilai minat anak muda pada kopi sedang tinggi.

“Budaya kopi saat ini sedang diminati anak-anak muda,” ujarnya.

Peserta mendapat sertifikat, sementara juara memperebutkan hadiah uang tunai. Tommy menegaskan hadiah bukan tujuan utama. “Hadiah ini mungkin tidak seberapa, tetapi yang terpenting adalah tujuan kita bersama,” katanya.

Selama kompetisi berlangsung, panitia juga menghadirkan pertunjukan musik langsung untuk menemani para peserta dan pengunjung.

Wadah bagi barista lokal

Kompetisi ini diselenggarakan Gorontalo Unite bersama Diskopi sebagai event organizer. Selain mengadu keterampilan, acara ini diharapkan mempertemukan barista, pemilik kedai, roaster, dan pencinta kopi di satu tempat.

Siapa yang akhirnya membawa pulang gelar juara? Hasil lengkapnya ada di artikel berikutnya.

2 min read