ASN Runners Chapter Gorontalo menggelar Ramadan Run Festival 1447 H pada Sabtu, 28 Februari 2026. Festival ini memadukan olahraga dengan aksi sosial di bulan puasa.
Komunitas lari yang beranggotakan aparatur sipil negara ini membuktikan bahwa berpuasa bukan alasan untuk berhenti bergerak.
Komunitas lari memang sedang tumbuh di Gorontalo. Setelah ramainya ajang seperti Gorontalo Half Marathon, makin banyak kelompok pelari yang rutin berlatih bersama, termasuk dari kalangan ASN yang ingin menjaga kebugaran di sela pekerjaan kantor.
Rangkaian Ramadan Run Festival
Kegiatan dimulai siang hari dengan layanan cek kesehatan gratis. Setelah itu, peserta ngabuburit dengan berlari sejauh tiga kilometer.
Menjelang berbuka, komunitas membagikan takjil kepada warga sekitar. Malam harinya, setelah salat Magrib, digelar kegiatan donor darah.
Ketua panitia, Meafa (29), menjelaskan kegiatan ini adalah bentuk kontribusi komunitas bagi warga Gorontalo selama Ramadan.
“Tadi siang kita sudah ngadain, pertama kegiatannya cek kesehatan gratis, kemudian lanjut dengan ngabuburan 3 kilo, kemudian ini pembagian takjil, nanti sore habis Maghrib itu donor darah,” ujarnya.
Kunjungan ke panti asuhan
Rangkaian festival belum selesai. ASN Runners Chapter Gorontalo menjadwalkan anjangsana ke Panti Asuhan Batudaa pada 7 Maret 2026 sebagai bentuk kepedulian kepada anak-anak.
Aman lari saat puasa?
Lari saat berpuasa tetap bisa dilakukan dengan catatan. Pilih jarak pendek dan intensitas ringan, seperti 3 km yang dipilih komunitas ini. Waktu terbaiknya menjelang berbuka, sehingga tubuh bisa segera mendapat cairan setelah selesai.
Kalau baru mulai, jangan memaksakan diri. Dengarkan tubuh dan berhenti jika merasa pusing atau lemas. Saat sahur, perbanyak minum air dan pilih makanan yang memberi energi tahan lama.
Donor darah di bulan Ramadan
Donor darah setelah berbuka juga pilihan yang tepat. Stok darah di banyak daerah biasanya menurun selama Ramadan karena jumlah pendonor berkurang, sementara kebutuhan pasien tetap ada.
Lewat festival ini, ASN Runners Chapter Gorontalo menunjukkan bahwa olahraga bisa berjalan beriringan dengan kepedulian sosial. Komunitas ini berharap kegiatan serupa terus menginspirasi warga Gorontalo pada tahun-tahun berikutnya.

