Banjir bandang melanda Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara, pada Selasa malam menjelang Iduladha. Hujan deras yang turun terus-menerus membuat lima desa terdampak, dengan total 820 kepala keluarga atau 3.034 jiwa.
Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie meninjau lokasi pada Jumat, 29 Mei 2026, bersama Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu. Karena beberapa lokasi tak bisa dilalui mobil, Idah sempat dibonceng naik motor.
Data desa terdampak banjir bandang
Menurut Posko Tagana Dinas Sosial dan Dukcapil Provinsi Gorontalo, desa terdampak adalah Didingga (200 KK, 269 jiwa), Omuto (168 KK, 562 jiwa), dan Bualo (212 KK, 771 jiwa).
Dua desa lainnya adalah Biau (188 KK, 717 jiwa) serta Luhuto (52 KK, 715 jiwa).
Dari kawasan adat terpencil ke puskesmas
Idah pertama mendatangi kawasan Komunitas Adat Terpencil (KAT) yang dihuni 54 kepala keluarga. Ia berdialog dengan warga soal kebutuhan dasar setelah banjir.
Di Puskesmas Biau, ia menemui seorang ibu yang melahirkan normal di tengah situasi banjir. Ia juga meninjau SMP Negeri 1 Biau yang ikut terdampak.
Dapur umum untuk 3.000 warga
Fokus pemerintah adalah memastikan pangan dan air bersih tersedia selama tanggap darurat.
“Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama pemerintah kabupaten terus berupaya memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi dengan baik. Dapur umum sudah beroperasi sejak hari pertama banjir dan saat ini melayani kurang lebih 3.000 penerima manfaat,” ujar Idah.
Wagub juga membawa bantuan untuk warga. Isinya antara lain sarung sebanyak lima karton, 44 paket alat mandi, 18 paket kebutuhan perempuan, delapan pak popok, serta 24 mukena.
Bronjong digunting, batunya dijual
Idah menyampaikan temuan yang memprihatinkan. Ada fasilitas pengendali banjir yang dirusak warga.
“Saya mendapat informasi ada kawat bronjong yang digunting lalu batunya dijual. Hal ini bisa menyebabkan longsor dan memicu banjir. Saya mohon masyarakat bersama-sama menjaga fasilitas yang sudah dibangun pemerintah karena dampaknya untuk kita semua,” tegasnya.
Cara membantu
Idah mengajak warga dan pelaku usaha ikut meringankan beban korban. Jika ingin berdonasi, salurkan lewat lembaga resmi agar bantuan tepat sasaran, terutama kebutuhan bayi, perempuan, dan lansia.




