Pemerintah pusat menetapkan hari berkabung nasional selama tiga hari mulai 12-14 September 2019 sebagai penghormatan terakhir bagi Presiden ke-3 RI BJ Habibie yang wafat pada Rabu (11/9/2019). Mensesneg Pratikno mengimbau seluruh instansi dan masyarakat mengibarkan bendera merah putih setengah tiang. Di Gorontalo, Pj Sekda Syukri Botutihe menyatakan Pemprov akan menggelar pengajian dan tadarusan hingga hari ketujuh sesuai instruksi Gubernur Rusli Habibie yang sedang berada di Jakarta mendampingi keluarga almarhum. "Setelah malam ini, besok dan seterusnya sampai hari ketujuh insyaallah kami akan mengadakan pengajian dan tadarusan untuk mendoakan almarhum," kata Syukri usai tahlilan bersama anak yatim di Rudis Gubernur.

Masyarakat Gorontalo juga diimbau melaksanakan shalat ghaib sebagai bentuk penghormatan. Syukri menambahkan bahwa karena almarhum memiliki gelar adat, prosesi khusus akan dibicarakan lebih lanjut dengan pemangku adat setelah Gubernur kembali dari Jakarta. Ikatan emosional BJ Habibie dengan Gorontalo membuat duka ini terasa sangat personal. Berkabung nasional bukan sekadar protokol kenegaraan, tetapi ruang kolektif bagi bangsa untuk merenungkan warisan sang bapak teknologi yang cintanya pada tanah leluhur tak pernah padam hingga akhir hayat.

Hari Berkabung NasionalBJ HabibieBendera Setengah TiangDoa BersamaAdat Gorontalo
FacebookThreadsWhatsAppX
1 min read