Ekonomi syariah Gorontalo mulai diperkuat dari pesantren. Bank Indonesia (BI) Gorontalo bersama Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) dan Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN) menggelar Kick Off Ekosistem Ekonomi Syariah Gorontalo di Pondok Pesantren Hubulo, Bone Bolango, pada Jumat, 14 Maret 2025.

Acara ini dirangkai buka puasa bersama 1.000 santri Pesantren Hubulo. Tujuannya memperkuat ekosistem ekonomi syariah lewat edukasi dan digitalisasi keuangan syariah di lingkungan pesantren.

Kenapa pesantren?

Kepala Perwakilan BI Gorontalo Bambang Setya Permana menegaskan, pemilihan Pesantren Hubulo bukan tanpa alasan. Menurutnya, pesantren punya peran penting dalam menggerakkan ekonomi syariah di Gorontalo.

“Ke depan, bahan ajar ekonomi dan keuangan syariah yang disusun bersama Kanwil Kemenag dan guru madrasah, akan diperkuat dengan praktik kewirausahaan bagi santri. Kami berharap ini akan melahirkan lebih banyak pengusaha muda berbasis ekonomi syariah dari lingkungan pesantren,” jelas Bambang.

Dalam acara ini, BI bersama mitra meluncurkan tiga program utama untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah.

Santri tanya soal bank syariah dan koin Rp200

Acara juga diisi edukasi ekonomi syariah dan digitalisasi keuangan. Materi Cinta Rupiah disampaikan Muh Rianto Gobel, Bonardo Sianida, dan Gus Muhammad Ali Fikri.

Di sesi tanya jawab, santri bertanya soal perbedaan bank syariah dan bank konvensional. Ada juga yang menanyakan solusi untuk koin Rp200 yang tidak lagi diterima di minimarket.

Pertanyaan-pertanyaan ini menunjukkan bahwa isu keuangan sehari-hari juga dekat dengan kehidupan santri.

Acara dilanjutkan ceramah agama oleh Ustaz Abdurrahman Abubakar Bahmid, lalu zikir dan doa bersama menjelang berbuka.

Tiga pesantren ikut hadir

Santri dari Pondok Pesantren Darul Qur’an Moosalamati, Pondok Pesantren Miftahul Huda Kwandang, dan Pondok Pesantren Al Baroqah juga hadir.

Hadir pula Direktur Eksekutif KDEKS Provinsi Gorontalo Budiyanto Sidiki, Wakil Ketua DPW HEBITREN Provinsi Gorontalo Hj. Rachmayanti Monoarfa, dan Kabid PAPKIS Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo Hj. Fitriyani Humokor.

Dengan program ini, pesantren diharapkan menjadi motor ekonomi syariah di Gorontalo dan melahirkan lebih banyak wirausaha muda.

2 min read