Ribuan pengunjung memadati Kecamatan Sumalata, Kabupaten Gorontalo Utara, pada Sabtu, 20 Juni 2026, menyaksikan Festival Dionumo yang sukses besar. Direktur RSUD dr. Zainal Umar Sidiki (ZUS) Gorontalo Utara, dr. Mohammad Ardiansyah, menilai keberhasilan festival ini sebagai bukti bahwa agenda budaya bukan hanya pelestarian tradisi, tetapi juga penggerak pariwisata, ekonomi, dan bahkan pelayanan kesehatan. Apresiasi disampaikan kepada seluruh panitia, pemerintah daerah, aparat keamanan, tenaga kesehatan, dan masyarakat yang berkolaborasi menciptakan acara aman dan tertib.
Menurut Ardiansyah, keberhasilan festival tidak hanya diukur dari kemeriahan, tetapi manfaat yang dirasakan masyarakat. Kehadiran ribuan orang memberi ruang bagi UMKM meningkatkan pendapatan melalui aktivitas ekonomi di sekitar lokasi. Agenda budaya seperti ini menciptakan multiplier effect: memperkenalkan identitas budaya, mempromosikan destinasi wisata, dan menggerakkan perdagangan, jasa, serta kuliner lokal. Ketika kunjungan meningkat, roda ekonomi ikut berputar.
RSUD ZUS Gorontalo Utara turut mengambil peran melalui kesiapsiagaan pelayanan kesehatan dalam setiap agenda strategis daerah. “Sebagai rumah sakit milik pemerintah daerah, kami siap mendukung kegiatan strategis di Gorontalo Utara. Semoga Festival Dionumo terus berkembang menjadi agenda tahunan yang meningkatkan kunjungan wisata sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujar Ardiansyah.
Kolaborasi lintas sektor dalam festival ini menjadi model pembangunan yang holistik. Budaya bukan dipisahkan dari ekonomi dan kesehatan, melainkan diintegrasikan sebagai satu kesatuan yang saling menguatkan. Keberhasilan Festival Dionumo menunjukkan bahwa ketika semua elemen bergerak bersama, warisan leluhur dapat menjadi mesin pertumbuhan yang berkelanjutan bagi daerah.
