Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) XVII di Gorontalo tidak hanya menggerakkan sektor pertanian dan perikanan, tapi juga mendongkrak pariwisata secara signifikan. Kawasan wisata hiu paus di Pantai Botubarani, Bone Bolango, mencatat kunjungan 3.310 orang selama event berlangsung, dengan pendapatan mencapai Rp355 juta. Mayoritas pengunjung adalah peserta PENAS yang menyempatkan waktu menjelajahi destinasi unggulan Gorontalo. Angka ini melonjak drastis dibanding bulan-bulan sebelumnya, membuktikan bahwa event nasional bisa menjadi katalisator wisata daerah.
Salah satu momen viral datang dari Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda yang berenang bersama hiu paus bernama “Sherly”. Postingannya di media sosial mendapat lebih dari 589 ribu like dan ribuan komentar positif. “Ketika bertemu Sherly, first time sedekat ini dengan whaleshark. Takut? Sedikit. Takjub? Banget. Di bawah laut semua jadi sunyi, tidak ada notifikasi, tidak ada deadline, cuma rasa kagum,” tulisnya. Ia menyebut pengalaman itu sebagai pengingat bahwa hidup bukan soal punya lebih banyak, tapi merasakan lebih dalam. Banyak netizen menyebut aksinya sebagai promosi gratis yang sangat efektif untuk wisata Gorontalo.
Kisah ini menunjukkan kekuatan kolaborasi antara event berskala nasional dan destinasi lokal. Ketika petani-nelayan dari seluruh Indonesia datang ke Gorontalo, mereka tidak hanya membawa ilmu, tapi juga potensi pasar wisata yang nyata. Ke depan, sinergi seperti ini perlu terus dibangun: setiap event besar harus dirancang dengan paket wisata terintegrasi, agar dampak ekonominya tidak berhenti di venue acara, tapi mengalir ke komunitas pesisir, UMKM kuliner, dan operator wisata seperti di Botubarani. Karena pariwisata yang berkelanjutan lahir dari momen-momen autentik yang dibagikan dengan hati—seperti yang dilakukan Gubernur Sherly
