Gebyar UMKM 2026 di Gorontalo ditutup dengan hasil yang menggembirakan. Selama tiga hari, nilai penjualan mencapai Rp1,15 miliar, naik sekitar 150 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan sekitar 9.500 pengunjung.

Acara ini digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Gorontalo bersama pemerintah daerah dan Dekranasda Gorontalo. Sebanyak 235 UMKM binaan dan mitra ikut ambil bagian.

Siapa saja peserta Gebyar UMKM 2026?

Pesertanya datang dari berbagai sektor, mulai dari fesyen dan kerajinan, olahan pangan, kopi, sampai kuliner di area Kampung Kuliner. Pangan organik hasil klaster pertanian dan pesantren binaan juga ikut dipamerkan.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Gorontalo Bambang Setya Permana menilai capaian ini bukan hanya tanda daya beli yang meningkat. Menurutnya, UMKM juga berhasil memperbaiki kualitas produk dan strategi pemasaran.

“Gebyar UMKM menjadi ruang akselerasi bagi pelaku usaha untuk naik kelas, baik melalui peningkatan kualitas produk, perluasan akses pasar, maupun penguatan jejaring pembiayaan,” ujarnya.

Business matching Rp3,5 miliar

Selain jual beli di lokasi, ada pula kesepakatan business matching yang totalnya Rp3,5 miliar. Rinciannya, pembiayaan dari perbankan ke UMKM sebesar Rp3 miliar dan kerja sama penjualan dengan ritel modern senilai Rp504,32 juta.

Angka ini penting karena menyangkut keberlanjutan usaha. Akses modal dan pasar ritel bisa membantu UMKM tumbuh setelah acara selesai.

Seminar, fashion show, dan lomba

Gebyar UMKM juga diisi forum peningkatan kapasitas, seperti seminar nasional wastra soal tren warna menuju pasar global, talkshow kopi tentang industri kopi dan profesi barista, serta diskusi GreenUp UMKM.

Untuk promosi, panggung diisi peragaan Kebaya Karawo Kartini. Ada juga fashion show APPMI dengan 22 karya dari desainer lokal.

Generasi muda juga dilibatkan lewat berbagai lomba: Duta UMKM diikuti 50 peserta dan lomba inovasi pangan 24 peserta. Ada juga Bintang Gorontalo (18), story telling (29), fotografi perpustakaan (32), serta musikalisasi puisi (7).

UMKM Gorontalo sebagai motor ekonomi

Bambang menegaskan penguatan UMKM tidak cukup hanya menambah produksi. Pembiayaan, pemasaran, dan inovasi juga harus berjalan bersama.

Ia optimistis, lewat kolaborasi yang berkelanjutan, UMKM Gorontalo bisa menjadi motor ekonomi daerah yang tangguh dan berdaya saing.

Buat pelaku usaha lokal, capaian tahun ini bisa jadi motivasi untuk ikut serta di gelaran berikutnya.

2 min read