UMKM Gorontalo didorong untuk menembus pasar ekspor. Menurut Bank Indonesia, sejumlah produk lokal sudah diminati negara lain, termasuk kain sulam Karawo yang laris di Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Turki.

Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan BI Gorontalo Bambang Setya Permana saat membuka Gebyar UMKM Gorontalo di Belle Li Mbui, Kota Gorontalo. Acara ini digelar BI bersama Pemprov Gorontalo dan Dekranasda.

Produk UMKM Gorontalo yang sudah diekspor

Selain Karawo, ada teh daun sirsak yang sudah diekspor ke Taiwan. Produk olahan berbahan jagung juga masuk daftar komoditas ekspor.

Bambang menilai UMKM terbukti tangguh menghadapi krisis, seperti saat pandemi Covid-19. Karena itu, BI terus memperkuat daya saing UMKM bersama pemangku kepentingan terkait.

Empat kategori UMKM binaan BI

Salah satu langkahnya adalah kurasi produk unggulan sebagai dasar pelatihan dan peningkatan kapasitas. BI mengelompokkan UMKM binaan dalam empat kategori: UMKM Potensial, UMKM Sukses, UMKM Digital, dan UMKM Ekspor.

Pengelompokan ini membantu menentukan jenis pendampingan yang cocok untuk tiap pelaku usaha.

Gubernur minta bantuan UMKM dipantau

Gubernur Gusnar Ismail mengapresiasi langkah BI mengklasifikasi UMKM. “Sudah benar, kepala BI (mengungkapkan) mengkualifikasi para UMKM itu, jadi kita bersemangat memberi bantuan ke UMKM,” ujarnya.

Ke depan, anggaran Pemprov lewat Dinas Kumperindag juga akan difokuskan pada pemantauan, karena pemerintah sudah banyak menyalurkan bantuan untuk UMKM.

“Kita cek, bantuan bermanfaat atau tidak. Teman-teman DPRD juga bisa ikut memantau,” katanya.

Gusnar menilai kegiatan seperti Gebyar UMKM tepat untuk memantik semangat pelaku usaha. “Saya berharap kualitas UMKM makin hari makin beranjak naik, salah satunya dalam bentuk gebyar,” terangnya.

Kick off HARFEST

Gebyar UMKM yang menampilkan ratusan pelaku usaha ini juga menjadi kick off Hulondalo Art and Craft Festival (HARFEST), yang dijadwalkan digelar September 2025.

Kick off ini menandai bahwa rangkaian promosi produk kreatif Gorontalo akan berlanjut sepanjang tahun, tidak berhenti di satu acara.

Bagi pelaku UMKM, cerita Karawo dan teh daun sirsak menunjukkan bahwa pasar luar negeri bukan hal mustahil, asalkan kualitas dan kemasan produk terus ditingkatkan.

2 min read