Gorontalo Islamic Center (GIC) membutuhkan lahan sekitar 40 hektare untuk kawasan Masjid Raya dan fasilitas pendukungnya. Saat peletakan batu pertama pada Jumat, 12 Desember 2025, lahan yang sudah tersedia baru 1,6 hektare.
Peletakan batu pertama di Desa Talulobutu, Kecamatan Tapa, Bone Bolango, dilakukan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie. Hari itu bertepatan dengan ulang tahun Gusnar.
Isi kawasan Masjid Raya
Ketua Yayasan Islamic Center Gorontalo, Wahyudin Katili, menjelaskan kawasan ini tidak hanya berisi masjid. Akan ada pusat dakwah, destinasi wisata, sport center, dan area UMKM.
Lahan 1,6 hektare yang sudah dibebaskan terdiri dari sembilan persil dengan nilai Rp2.035.479.000. Satu persil di antaranya dibayar langsung oleh donatur.
Tahap berikutnya adalah review detail engineering selama sekitar tiga sampai empat bulan, sebelum masuk konstruksi.
Diawali adat Momayango
Prosesi dibuka dengan upacara adat Momayango yang dipimpin Kadi Kota Gorontalo KH. Abdul Rasyid Kamaru bersama pemangku adat Uduluwo Limo lo Pohalaa. Ritual ini menandai titik utama fondasi sebagai simbol harapan akan keberkahan bangunan.
Gusnar menyebut lokasi masjid berada di “segitiga emas” Kota Gorontalo, Bone Bolango, dan Kabupaten Gorontalo. Ia berharap kawasan ini ikut menarik pertumbuhan ekonomi dan investasi.
“Pengembangan wilayah agar di tiga kabupaten kota bisa berkembang pesat,” tegasnya.
Infak lewat QRIS dan sedekah ASN
Pembangunan ditargetkan rampung dalam dua hingga tiga tahun, dengan dana sepenuhnya dari donasi masyarakat. Yayasan meluncurkan QRIS resmi dengan batas donasi maksimal Rp10 juta. Di atas nominal itu, infak bisa lewat transfer.
Pemprov juga akan menghidupkan kembali sedekah harian bagi ASN di setiap OPD, program yang dulu dirintis gubernur sebelumnya.
“Dukungan gubernur bukan segalanya dalam penyelesaian pembangunan masjid ini, tetapi semuanya butuh kebersamaan kita. Oleh karena itu mulai hari ini kita lanjutkan dan buka kembali kesempatan berinfak dan bersedekah bagi ASN dan seluruh masyarakat,” tutur Gusnar.
Menurut Wahyudin, total infak yang terkumpul mencapai Rp3.059.699.900. Setelah dipakai untuk membeli lahan, saldo akhirnya Rp1.031.606.900.
Waspada QRIS palsu
Lewat Instagram gorontaloislamiccentre, yayasan mengingatkan warga untuk waspada terhadap QRIS palsu. Pastikan nama penerima yang muncul adalah Yayasan Islamic Center Gorontalo di Bank Muamalat sebelum mengirim donasi.




