HACF 2025 (Hulonthalo Art & Craft Festival) ditutup dengan capaian besar. Selama tiga hari di Grand Palace Convention Center (GPCC) Kota Gorontalo, transaksi mencapai lebih dari Rp3,3 miliar, dengan sekitar 9.500 pengunjung.

Festival yang digagas Bank Indonesia Gorontalo ini menjadi “pesta” bagi pelaku UMKM, sekaligus ajang mendorong mereka naik kelas.

139 UMKM ikut HACF 2025

Kepala Perwakilan BI Gorontalo Bambang Setya Permana menyebut ada 139 pelaku UMKM yang terlibat. Di antaranya 28 UMKM fesyen dan kerajinan, 10 booth kopi di Gorontalo Coffee Week, serta 22 booth kuliner di Festival Jelajah Rasa Nusantara.

“Antusiasme masyarakat luar biasa. Tidak hanya pengunjung yang ramai, tapi transaksi penjualan selama Road to HACF hingga HACF 2025 mampu menembus Rp3.338.003.700,” ungkap Bambang.

Ia berterima kasih kepada Pemprov Gorontalo, Dekranasda, dan semua pihak yang terlibat.

Ramai meski tanggal tua

Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, yang menutup acara, menilai HACF tahun ini jauh lebih baik dari sebelumnya. Lokasinya strategis, dan pengunjung tetap ramai meski digelar di akhir bulan saat warga sedang “tanggal tua”.

“Ini sesuai harapan pemerintah. UMKM dan ekonomi kreatif terlihat makin berkembang, ditopang oleh dukungan masyarakat yang tetap antusias. Namun kita masih punya PR, bagaimana agar lebih banyak tamu dari luar daerah juga tertarik datang menyaksikan,” ujar Idah.

Catatan Idah ini penting. Pengunjung lokal sudah ramai, tetapi untuk menjadi magnet wisata, festival perlu menarik lebih banyak tamu dari luar Gorontalo.

Rangkaian acara HACF 2025

Sejak 27 hingga 29 September 2025, berbagai agenda digelar. Mulai dari Seminar Nasional Karawo, Gorontalo Karnaval Karawo, Talkshow UMKM Naik Kelas, Talkshow Kopi, hingga Indonesia Berkarawo dan Fashion Show.

Perpaduan fesyen, kopi, dan kuliner membuat festival ini menarik bagi pengunjung dengan minat yang berbeda-beda.

Modal untuk tahun depan

Dengan transaksi Rp3,3 miliar, HACF membuktikan diri sebagai salah satu etalase produk kreatif paling penting di Gorontalo.

Tantangan berikutnya adalah menjadikannya agenda yang juga dikenal wisatawan luar daerah, sehingga perputaran uangnya makin besar bagi UMKM lokal.

2 min read