Hiu Paus Botubarani belum mengalami kenaikan tarif. Hal ini ditegaskan pengelola wisata setelah bertemu Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) Provinsi Gorontalo pada pertengahan Juli 2026.
Pertemuan digelar untuk meluruskan kabar soal dugaan intervensi Pemprov terhadap besaran tarif di destinasi itu. Hadir Ketua Pokdarwis, Ketua Pangkalan Perahu, dan Ketua BPD setempat.
Hiu Paus Botubarani dan judul yang memicu salah paham
Ketua Pokdarwis Hiu Paus Botubarani, Wahab, menilai isi pemberitaan soal pembenahan destinasi sebenarnya positif. Namun, judulnya memberi kesan seolah kenaikan tarif sudah diputuskan.
“Kami sudah membacanya, isi beritanya bagus karena berbicara tentang upaya penataan dan pengelolaan destinasi. Judulnya mungkin yang terlihat seolah-olah sudah ada keputusan kenaikan tarif, padahal belum ada keputusan seperti itu,” ujar Wahab.
Wahab menilai substansi soal perlunya penataan justru sejalan dengan harapan pengelola. Pengelola siap menjelaskan kepada warga dan wisatawan yang bertanya. Wahab juga berharap Pemprov terus mendampingi pengembangan destinasi.
Pemprov: bukan intervensi, tapi pendampingan
Kepala Disparekrafpora Sultan Kalupe mengapresiasi sikap terbuka pengelola.
“Kami mengapresiasi sikap terbuka dari pengelola Botubarani. Pertemuan ini menunjukkan bahwa pemerintah dan masyarakat memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga Hiu Paus Botubarani tetap lestari sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaannya. Pemerintah Provinsi tidak pernah mengintervensi penetapan tarif, melainkan hadir sebagai mitra masyarakat melalui pendampingan, edukasi, dan penguatan tata kelola destinasi,” ujar Sultan.
Usulan dana LAUTRA Rp3 miliar lebih
Sultan menyebut Pemprov telah mengusulkan dukungan pembiayaan lewat Program LAUTRA ke Kementerian Kelautan dan Perikanan senilai lebih dari Rp3 miliar. Dana itu untuk penataan kawasan, peningkatan fasilitas, dan perbaikan tata kelola.
Ia ingin Botubarani dikenal bukan hanya karena hiu pausnya, tetapi juga sebagai destinasi yang dikelola profesional, mengutamakan konservasi, dan memberi manfaat ekonomi berkelanjutan.
Pelajaran soal membaca berita
Kasus ini jadi pengingat untuk membaca berita sampai tuntas, bukan hanya judulnya. Wacana pembatasan pengunjung atau penyesuaian tarif memang pernah dibahas, tetapi belum menjadi keputusan. Untuk informasi tarif terbaru, cek langsung ke pengelola atau Pokdarwis sebelum berkunjung.

