Implan koklea dipasang untuk seorang pasien asal Gorontalo di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Selasa, 30 Juni 2026. Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie mendampingi langsung operasi tersebut.
Operasi ditangani dr. Harim Priyono.
Hasil kerja sama dengan swasta
Bantuan implan koklea ini hasil kerja sama Pemprov Gorontalo dengan PT Nobel Audiology Center. Kerja sama itu berawal dari kegiatan Hear The Future – Parent Connect di Gorontalo, yang membahas penanganan pasien gangguan pendengaran bersama tenaga medis, pemerintah, dan keluarga.
Idah berterima kasih kepada perusahaan dan rumah sakit karena membantu warga Gorontalo mendapat layanan yang selama ini sulit dijangkau akibat biayanya yang tinggi.
“Kolaborasi ini menjadi harapan baru bagi masyarakat Gorontalo, khususnya anak-anak dan penyandang gangguan pendengaran. Dengan dukungan berbagai pihak, mereka memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Idah.
Keluarga masih ragu
Idah berharap kerja sama ini tidak berhenti di satu pasien. Ia juga menyoroti tantangan lain: masih ada keluarga yang ragu menjalani tindakan medis untuk anaknya.
“Tantangan kita saat ini bukan hanya menghadirkan bantuan, tetapi juga memberikan pemahaman kepada masyarakat. Masih ada keluarga yang ragu karena kurangnya informasi. Padahal, semakin cepat penanganan dilakukan, semakin besar peluang anak untuk berkembang, berkomunikasi, dan menjalani kehidupan yang lebih mandiri,” tambahnya.
Apa itu implan koklea?
Implan koklea adalah alat yang ditanam melalui operasi untuk membantu penderita gangguan pendengaran berat agar bisa menangkap suara. Alat ini berbeda dengan alat bantu dengar biasa yang hanya memperkeras suara.
Karena harganya mahal, banyak keluarga tidak mampu menjangkaunya tanpa bantuan.
Sinergi yang perlu diperluas
Idah menyebut sinergi pemerintah, dunia usaha, dan tenaga medis sebagai kunci meningkatkan kualitas hidup penyandang gangguan pendengaran di Gorontalo.
Bagi orang tua, pesan pentingnya jelas: jika anak tampak tidak merespons suara, segera periksakan ke tenaga kesehatan. Deteksi dan penanganan dini sangat menentukan kemampuan anak berbicara dan belajar.

