Kantor Wali Kota Gorontalo yang baru ditargetkan selesai dibangun sebelum masa jabatan Wali Kota Adhan Dambea berakhir. Lokasinya di eks Terminal 42 Andalas, wilayah utara Kota Gorontalo.
Pemindahan kantor ini merupakan janji kampanye Adhan Dambea dan Wakil Wali Kota Indra Gobel. Pada pertengahan Januari 2026, keduanya meninjau denah lahan pembangunan.
Lahan 1,8 hektare di Terminal 42
Luas lahan yang tersedia sekitar 1,8 hektare. Sebagian besar sudah dikosongkan, sementara sisanya masih dalam proses pembebasan.
“Tanah sudah tersedia 1,8 hektare. Tinggal ada beberapa yang saya perintahkan untuk segera dibebaskan. Dikosongkan, dibebaskan, undang keluarganya, dan kita sudah bersihkan,” ujar Adhan.
Ia pun menegaskan targetnya.
“Target saya, Insya Allah kalau Allah mengizinkan, sebelum saya berakhir jabatan, sudah selesai kantor wali kota. Jadi saya tinggalkan kantor wali kota baru,” tegasnya.
Kenapa di wilayah utara?
Pemilihan lokasi di utara kota disebut sebagai strategi pemerataan pembangunan. Adhan menilai kawasan ini punya potensi besar untuk berkembang.
“Di wilayah utara ini sekolah-sekolahnya lebih banyak. Makanya kita kembangkan di sini supaya Kota Gorontalo lebih hidup lagi,” jelasnya.
Kantor baru juga akan berdekatan dengan gedung DPRD Kota Gorontalo, sehingga koordinasi antarlembaga diharapkan lebih efektif.
Nasib kantor wali kota lama
Untuk kantor lama, Adhan membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga lewat skema tukar guling. Pemkot menyiapkan konsep, sementara pembangunannya dikerjakan pihak ketiga.
“Misalnya dia bangun di sini dengan anggaran Rp40 miliar, sementara perhitungan kantor wali kota Rp30 miliar, maka kita tambah Rp10 miliar dari APBD. Tapi dia yang bangun, konsepnya dari kita,” ungkap Adhan.
Yang perlu dikawal publik
Proyek kantor pemerintahan baru selalu menyangkut anggaran besar. Karena itu, detail skema tukar guling, nilai aset, dan jadwal pembangunan layak dipantau warga agar berjalan transparan.
Jika terwujud, kawasan utara Kota Gorontalo bisa menjadi pusat pertumbuhan baru, lengkap dengan aktivitas ekonomi di sekitarnya. Warung, jasa fotokopi, hingga kuliner biasanya ikut tumbuh di sekitar pusat pemerintahan.




