Kirab Bendera Pusaka dalam rangka Hari Patriotik 23 Januari 1942 resmi dilepas pada Selasa, 20 Januari 2026, di aula Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Gorontalo. Pelepasan dilakukan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi, Sila Botutihe, mewakili Gubernur.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Dengan Semangat Patriotisme Kita Perkuat Persatuan, Soliditas dan Kolaborasi untuk Gorontalo Maju”.
18 OKP ikut Kirab Bendera Pusaka
Sebanyak 18 Organisasi Kepemudaan (OKP) menjadi peserta kirab. Kegiatan ini menjadi simbol semangat perjuangan, persatuan, dan kesatuan bangsa.
Kirab juga menjadi sarana menggelorakan nasionalisme bagi pelajar, mahasiswa, ormas, partai politik, dan warga, sekaligus menghormati jasa pahlawan nasional Nani Wartabone.
“Laksanakan kirab dengan penuh tanggungjawab dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan. Gubernur berharap peringatan Hari Patriotik ke-84 tahun 2026 menjadi momentum bersejarah untuk memupuk rasa patriotisme, menumbuhkan semangat nasionalisme, serta menjadi sarana refleksi atas perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan,” kata Sila.
Rute kirab
Kirab berlangsung 20–22 Januari 2026 dan melintasi seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo. Rutenya dimulai dari Pohuwato, lalu Boalemo, Gorontalo Utara, Kabupaten Gorontalo, Bone Bolango, dan berakhir di Kota Gorontalo.
Bendera Pusaka kemudian disemayamkan dan dikibarkan pada upacara Hari Patriotik 23 Januari 2026 di halaman rumah jabatan Gubernur Gorontalo.
Apa itu Hari Patriotik?
Hari Patriotik memperingati peristiwa 23 Januari 1942 yang dipimpin Nani Wartabone, tonggak perjuangan rakyat Gorontalo melawan penjajah. Tahun 2026 menjadi peringatan ke-84.
Setiap tahun, rangkaian peringatannya meliputi kirab bendera, upacara, hingga ziarah ke makam Nani Wartabone di Suwawa, Bone Bolango.
“Melalui kegiatan ini diharapkan semangat Hari Patriotik terus hidup di tengah masyarakat, khususnya generasi muda, sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan serta penguatan persatuan dan kesatuan bangsa di Provinsi Gorontalo,” pungkas Sila.
Tahun ini, Gubernur Gusnar Ismail juga mengajak warga memaknai semangat itu untuk membangun daerah. Bagi anak muda, kirab ini bisa jadi cara mengenal sejarah yang membuat Gorontalo punya tempat istimewa dalam perjalanan kemerdekaan Indonesia.

