Kota Gorontalo keluar sebagai juara umum MTQ Provinsi Gorontalo 2026. Kabupaten Gorontalo menempati posisi kedua, disusul Kabupaten Boalemo di peringkat ketiga.
MTQ ditutup Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie di halaman Kanwil Kementerian Agama Provinsi Gorontalo pada Selasa malam, 7 Juli 2026. Penutupan ini sekaligus menandai awal persiapan kafilah Gorontalo menuju MTQ Tingkat Nasional di Nusa Tenggara Timur.
MTQ Provinsi Gorontalo 2026: 214 peserta, delapan cabang
MTQ berlangsung 3–7 Juli 2026 dan diikuti 214 peserta dari seluruh kabupaten dan kota. Mereka bertanding di delapan cabang: seni baca Al-Qur’an, qiraat, hafalan, tafsir, fahmil, syarhil, kaligrafi, dan karya tulis ilmiah Al-Qur’an.
Membumikan Al-Qur’an
Idah menegaskan MTQ lebih dari sekadar perlombaan.
“MTQ bukan sekadar panggung perlombaan. Lebih dari itu, MTQ adalah ikhtiar bersama untuk membumikan Al-Qur’an, menanamkan nilai-nilainya dalam kehidupan, serta membentuk generasi yang mencintai, memahami, dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Idah.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga harus ditopang keimanan dan karakter yang kuat.
Pesan untuk yang menang dan yang belum
Idah meminta para juara terus mengasah kemampuan, dan yang belum menang tidak berkecil hati.
“Pertahankan prestasi yang telah diraih dan teruslah mengasah kemampuan. Bersiaplah membawa nama harum Gorontalo pada MTQ Tingkat Nasional. Bagi yang belum berhasil, jangan pernah menyerah karena keberhasilan hanya tertunda,” pesannya.
Ia juga berterima kasih kepada dewan hakim, panitia, Kanwil Kemenag, LPTQ, pemerintah kabupaten/kota, dan semua pihak yang menyukseskan acara.
Menuju NTT
Para juara dari setiap cabang akan menjadi tulang punggung kafilah provinsi. Tahap berikutnya adalah pembinaan intensif sebelum kafilah Gorontalo berangkat ke MTQ Nasional. Persaingan di tingkat nasional jauh lebih ketat karena mempertemukan juara dari seluruh provinsi.
Bagi warga Kota Gorontalo, gelar juara umum ini menjadi kebanggaan tersendiri karena diraih di tengah persaingan ketat dengan kafilah dari kabupaten lain. Dukungan keluarga dan masyarakat akan sangat berarti bagi para peserta muda yang kini membawa nama provinsi.

