Destinasi wisata Pulau Ratu di Desa Tenilo, Boalemo, kini memiliki landmark baru yang memadukan keindahan alam dan spiritualitas. Bupati Darwis Moridu meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Terapung Darussalam pada Rabu (22/5/2019), menandai babak baru pengembangan pariwisata berbasis nilai religius. Nama Darussalam yang berarti "Negeri Yang Damai" mencerminkan harapan agar Boalemo senantiasa sejahtera dan harmonis.

Darwis Moridu menegaskan bahwa pengembangan Pulau Ratu tidak hanya mengejar estetika visual, tetapi juga fungsi keagamaan dan pemberdayaan masyarakat. Masjid terapung dirancang sebagai ikon yang menopang kegiatan ibadah sekaligus menarik wisatawan. Dalam peringatan dua tahun pemerintahan DAMAI, bupati mengakui bahwa pencapaian saat ini masih awal, namun komitmen untuk mengembangkan sektor pariwisata, pertanian, perikanan, dan infrastruktur terus dijalankan secara serius.

Pembangunan masjid terapung merupakan bagian dari visi Good Governance yang menekankan kolaborasi lintas sektor. Darwis mengajak seluruh pihak bersatu mewujudkan kesejahteraan masyarakat Boalemo melalui pengeroyokan program unggulan. Pariwisata diposisikan sebagai penggerak ekonomi yang harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai keagamaan dan pelayanan publik. Pendekatan holistik ini memastikan pembangunan tidak timpang antara aspek material dan spiritual.

Masjid Darussalam diharapkan menjadi simbol bahwa pariwisata dan religiusitas dapat saling menguatkan. Pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati pemandangan, tetapi juga menemukan ruang kontemplasi di atas air. Konsep ini membedakan Pulau Ratu dari destinasi pantai konvensional, menawarkan pengalaman wisata yang menyentuh dimensi batin sekaligus mendukung ekonomi lokal. Boalemo sedang menulis narasi baru tentang pariwisata bermakna yang berakar pada identitas daerah.

Masjid TerapungPulau RatuBoalemoDarwis MoriduWisata ReligiDarussalamInfrastruktur PariwisataGood Governance
FacebookThreadsWhatsAppX
2 min read