PENAS XVII membuat hotel-hotel di Gorontalo penuh. Selama empat hari pelaksanaan, tingkat hunian hotel berbintang maupun nonbintang tercatat 100 persen.
Sebanyak 593 kamar hotel berbintang dan 981 kamar hotel nonbintang terisi penuh. Totalnya 1.574 kamar dipakai peserta, pendamping, panitia, dan tamu dari berbagai provinsi yang datang ke Gorontalo.
Omzet hotel selama PENAS XVII
Plt Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Romi Moge menyebut permintaan akomodasi melonjak tajam. Sebagian peserta bahkan tidak kebagian kamar hotel.
“Dari sisi ekonomi, sektor perhotelan memperoleh manfaat yang cukup besar. Selama empat hari pelaksanaan PENAS XVII, hotel berbintang mencatat pendapatan sekitar Rp5,34 miliar, sedangkan hotel nonbintang menghasilkan pendapatan sekitar Rp4,41 miliar. Secara keseluruhan, total pendapatan sektor perhotelan mencapai sekitar Rp9,75 miliar,” kata Romi.
Rumah sewa dan kos-kosan ikut untung
Peserta yang tidak kebagian hotel beralih ke rumah sewa dan kos-kosan, baik di sekitar lokasi acara maupun di kawasan kota. Sekitar 35 rumah sewa dimanfaatkan dengan total pendapatan Rp420 juta.
Lima unit kos-kosan elit dengan total 25 kamar di sekitar lokasi juga terisi penuh, dengan pendapatan sekitar Rp30 juta.
“Artinya dari penyewaan rumah dan kos-kosan sekitar Rp450 juta. Jika digabung dengan hotel maka dapat angka Rp10,2 miliar,” imbuhnya.
Terima kasih dan permohonan maaf
Atas nama Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah, Romi berterima kasih kepada peserta dari semua daerah. Ia juga meminta maaf jika ada hal yang kurang berkenan selama PENAS.
Pelajaran untuk event berikutnya
Kamar yang penuh sampai ada peserta tak kebagian menunjukkan bahwa kapasitas akomodasi Gorontalo masih terbatas untuk event berskala nasional. Ini peluang bagi pelaku usaha penginapan, termasuk homestay milik warga.
Pengalaman menginap juga memengaruhi kesan tamu terhadap daerah. Bagi pemerintah, data okupansi ini bisa jadi dasar perencanaan jika Gorontalo ingin rutin menjadi tuan rumah acara besar. Penginapan warga yang tertata dan terdaftar bisa menjadi solusi cepat tanpa harus menunggu hotel baru dibangun.




