Pesona Serligo 2026 atau Pekan Ekonomi Syariah dan Sinergi Akselerasi Digitalisasi Gorontalo mencatat transaksi penjualan Rp1.669.386.000. Acara yang digelar Bank Indonesia Gorontalo bersamaan dengan PENAS XVII ini berlangsung sejak Jumat, 19 Juni 2026, dan ditutup Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie pada Senin malam, 22 Juni 2026.

Nilai transaksi itu naik 41,7 persen dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Acara ini melibatkan Pemprov dan Pemkab Gorontalo, KDEKS, Dekranasda, Kanwil Kemenag, serta HEBITREN Provinsi Gorontalo.

Angka-angka Pesona Serligo 2026

Menurut Kepala Perwakilan BI Gorontalo Bambang Setya Permana, acara ini melibatkan 154 UMKM dan Pelaku Usaha Syariah (PUS). Mereka bergerak di sektor fesyen, kerajinan, dan olahan pangan yang sudah bersertifikat halal.

Jumlah pengunjung mencapai 27.306 orang, naik 300 persen dibanding tahun sebelumnya.

Business matching Rp3,69 miliar

Capaian lainnya adalah business matching senilai Rp3.695.500.000. Rinciannya, kerja sama penjualan syariah antara satu aggregator dan empat UMKM senilai Rp320 juta.

Ada pula kerja sama pembiayaan syariah antara tiga lembaga keuangan syariah dan tujuh UMKM senilai Rp3.375.500.000, di sektor olahan pangan dan kerajinan.

“Pesona Serligo 2026 menunjukkan bahwa kolaborasi ekonomi syariah, UMKM, dan digitalisasi dapat menghasilkan dampak yang terukur. UMKM tidak hanya memperoleh ruang promosi, tetapi juga terhubung dengan pasar, pembiayaan, layanan halal, dan transaksi digital yang lebih luas,” ujar Bambang.

Gerakan pangan murah dan QRIS Jelajah

Pesona Serligo juga bersinergi dengan TPID lewat Gerakan Pangan Murah, sehingga warga bisa membeli bahan pangan dengan harga terjangkau. Acara ini diisi talkshow, lomba, pameran UMKM, dan bedah buku bersama penulis nasional.

Pada penutupan, BI Gorontalo meluncurkan QRIS Jelajah Indonesia untuk memperluas pemakaian QRIS.

Taman Budaya Limboto tetap ramai

Meski acara resmi ditutup, area Taman Budaya Limboto tetap menjadi ruang kebersamaan selama rangkaian PENAS berlangsung. Warga masih bisa menikmati wisata kuliner, pertunjukan seni budaya, dan layanan konsultasi.

Bagi UMKM, angka-angka ini menunjukkan bahwa sertifikat halal dan pembayaran digital bukan sekadar formalitas. Keduanya membuka akses ke pembeli dan pembiayaan yang lebih besar.

2 min read