Realisasi anggaran Pemprov Gorontalo hingga Maret 2026 melampaui target. Realisasi fisik mencapai 25,88 persen dan keuangan 24,43 persen.
Padahal, target triwulan pertama hanya sekitar 16 persen. Untuk fisik, targetnya 15,99 persen, sedangkan untuk keuangan 15,71 persen.
Angka-angka ini dibahas saat Gubernur Gusnar Ismail memimpin rapat evaluasi kinerja OPD untuk bulan Maret. Rapat berlangsung secara virtual dari rumah jabatan pada Rabu, 15 April 2026.
Lebih baik dari tahun lalu
Capaian ini lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu. Pada Maret 2025, realisasi fisik 21,06 persen dan keuangan 19,10 persen, dengan target 11,39 persen dan 10,77 persen.
Realisasi anggaran Pemprov Gorontalo per OPD
Dari 30 OPD, lima mencatat realisasi tertinggi.
Kelimanya adalah Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga; Dinas Pendidikan dan Kebudayaan; Inspektorat; Dinas Kearsipan dan Perpustakaan; serta BKPSDM.
Pendapatan dan belanja
Realisasi pendapatan transfer daerah pada Januari–Maret 2026 mencapai 30,82 persen. Sumbernya Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik maupun nonfisik.
Belanja daerah hingga Maret tercatat 18,39 persen, naik dari sekitar 11 persen pada bulan sebelumnya. Komponen terbesarnya adalah belanja pegawai.
Masalah aset pascamerger OPD
Kepala Badan Keuangan Sukril Gobel meminta percepatan penyesuaian administrasi aset setelah penggabungan OPD. Sejumlah aset masih tercatat di OPD lama dan menjadi objek pemeriksaan BPK.
Kondisi ini menghambat penganggaran, terutama usulan belanja modal yang tidak bisa diproses sebelum status aset dipisahkan secara administratif.
“Kami meminta pimpinan OPD segera menandatangani berita acara pemisahan aset karena seluruh dokumen sudah disiapkan dan tinggal proses pengesahan,” kata Sukril.
Kenapa realisasi awal tahun penting
Serapan anggaran yang lambat di awal tahun sering berujung penumpukan proyek di akhir tahun, yang berisiko pada kualitas pekerjaan. Realisasi yang lebih cepat berarti program bisa berjalan lebih merata sepanjang tahun.
Meski begitu, belanja yang didominasi gaji pegawai menunjukkan porsi belanja pembangunan masih perlu dipacu pada bulan-bulan berikutnya.




