Realisasi APBD Gorontalo hingga April 2026 melampaui target. Progres fisik sudah 33,42 persen, lebih tinggi 7,31 poin dari yang direncanakan.
Di sisi keuangan, serapannya 31,34 persen, unggul 5,61 poin dari target. Capaian ini lebih baik dibanding periode yang sama tahun lalu, meski target tahun ini juga dipasang lebih tinggi.
Data ini dibahas dalam rapat pimpinan evaluasi progres April 2026 yang dipimpin Gubernur Gusnar Ismail, Wagub Idah Syahidah Rusli Habibie, dan Sekdaprov Sofian Ibrahim pada Selasa malam, 19 Mei 2026.
Dua OPD belum capai target
Sebanyak 31 OPD sudah memenuhi target fisik dan keuangan. Dua OPD yang belum adalah Badan Keuangan dan Dinas PUPR.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mencatat realisasi fisik tertinggi, 41,42 persen dari target 26,65 persen, disusul Inspektorat, BKPSDM, Satpol PP, dan Bappeda. Dinas Dikbud juga tertinggi di realisasi keuangan dengan 39,96 persen.
Proyek strategis yang dikawal
Gusnar memberi perhatian khusus pada pembangunan SMA Pinogu. Ia meminta setiap tahapan dihitung rinci agar tidak terlambat.
“Jangan sampai kita bertemu lagi bulan Juni ternyata pekerjaan baru mulai. Sekarang harus dihitung kapan pemilihan selesai, kapan kontrak berjalan, supaya mudah dikontrol dan tidak habis waktu,” tegas Gusnar.
Ia juga menyoroti perencanaan flyover Simpang Lima, yang jadwalnya mulai berhimpitan dengan penyusunan anggaran 2027.
“Kalau lewat November kita kehilangan waktu. Tidak ada gunanya kita urus sekarang kalau penyelesaiannya terlambat sampai Desember,” ujar Gusnar.
Indeks RB 84,08
Dalam rapat yang sama disampaikan hasil evaluasi Reformasi Birokrasi 2025. Indeks RB Pemprov Gorontalo tercatat 84,08. Dalam rilis ini kategorinya disebut A-, sementara rilis lain menyebut kategori A.
Kenapa SMA Pinogu penting
Pinogu adalah kecamatan terpencil di Bone Bolango yang aksesnya sulit. Sekolah menengah atas di sana berarti anak-anak tidak perlu merantau jauh untuk melanjutkan pendidikan.
Flyover Simpang Lima juga termasuk proyek yang dinanti warga kota. Keduanya menunjukkan bahwa ketepatan jadwal proyek bukan sekadar urusan administrasi, tetapi menyangkut kebutuhan nyata warga yang sudah lama menunggu.




