Riyono resmi menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Gorontalo. Ia dilantik Jaksa Agung ST Burhanuddin bersama 34 pejabat kejaksaan lainnya di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, pada Rabu, 16 Juli 2025.

Riyono menggantikan I Dewa Gede Wirajana, yang dipromosikan menjadi Inspektur III pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan di Kejaksaan Agung.

Warisan kasus dari Wirajana

Selama bertugas di Gorontalo, Wirajana dikenal menuntaskan sejumlah kasus korupsi besar hingga ke Pengadilan Tipikor.

Salah satunya dugaan korupsi dana bantuan sosial yang melibatkan mantan Bupati Bone Bolango Hamim Pou, yang saat itu sedang disidangkan di PN Tipikor Gorontalo.

Ada juga kasus gratifikasi proyek jalan eks Panjaitan Kota Gorontalo yang melibatkan sejumlah pejabat Dinas PUPR Pemkot Gorontalo dan kontraktor, serta beberapa kasus lain.

Deretan kasus ini menjadi tolok ukur yang akan dilihat publik dari kepemimpinan Kajati berikutnya.

Rekam jejak Riyono

Sebelum ke Gorontalo, Riyono sudah memegang sejumlah jabatan strategis. Pada 2017, ia menjabat Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati Aceh.

Setelah itu, ia menjadi Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus di Kejaksaan Agung. Pada Maret 2024, ia dilantik sebagai Wakil Kepala Kejati Bangka Belitung, lalu pada Februari 2025 menjadi Wakil Kepala Kejati Jawa Barat.

Pesan Jaksa Agung

Jaksa Agung menyebut para pejabat yang dilantik adalah insan terbaik Adhyaksa yang sudah melalui kajian mendalam dan penilaian objektif.

“Pergantian pejabat melalui mutasi, rotasi, dan promosi merupakan langkah strategis dalam penyegaran organisasi dan peningkatan kinerja institusi. Ini merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk mendukung terwujudnya visi dan misi Kejaksaan,” katanya.

Kepada para Kajati baru, Jaksa Agung meminta mereka segera beradaptasi dan memetakan dinamika di tempat tugas baru untuk meningkatkan kinerja.

Segera tiba di Gorontalo

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Gorontalo Dadang Djafar menyebut Riyono dijadwalkan segera tiba di Gorontalo, dan jajaran Kejati siap menyambutnya.

Bagi warga Gorontalo, pergantian pimpinan Kejati ini patut dicermati, terutama kelanjutan penanganan kasus-kasus korupsi yang sedang berjalan.

2 min read