Prof. Rustam Akili, tokoh pendidik dan politik Gorontalo, tutup usia pada Kamis (1/5) dini hari di kediamannya di Perumahan Asparaga, Kelurahan Dutulanaa, Kecamatan Limboto. Beliau menghembuskan napas terakhir dengan tenang di usia 61 tahun setelah lama berjuang melawan sakit. Kabar duka ini menyebar cepat melalui grup WhatsApp dan media sosial sejak subuh, disertai doa terbaik bagi pembina Yayasan Duluwo Limo Lo Pohalaa tersebut.

Wahyudin Akili, ponakan almarhum, menyampaikan permohonan maaf mewakili keluarga. “Beliau sudah tidak sakit lagi, semoga husnul khotimah dan diterima segala amal kebaikannya. Kami atas nama keluarga memohonkan maaf kepada seluruh masyarakat Gorontalo jika ada tutur kata atau perbuatan beliau yang sempat menyakiti,” ungkapnya. Jenazah dimakamkan bada Dzuhur di Desa Bakti I, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, setelah prosesi pemberangkatan dari rumah duka kompleks RS Ainun Habibie pukul 10.00 WITA.

Rekam jejak Prof. Rustam Akili membentang panjang di dunia pendidikan dan politik. Lahir 23 Maret 1964 di Desa Bakti, ia menempuh pendidikan hingga S3 Hukum UMI Makassar dan mengabdi sebagai dosen Universitas Gorontalo selama lebih dari dua dekade. Di ranah politik, ia pernah menjabat Ketua DPRD Provinsi Gorontalo (2014), memegang berbagai posisi strategis di Partai Golkar dan Nasdem, serta menjadi Tenaga Ahli Wakil Ketua DPR RI. Pada Pilkada 2024 lalu, beliau sempat maju sebagai calon wakil gubernur berpasangan dengan Tonny Uloli namun mundur karena kondisi kesehatan

#RustamAkili #GorontaloBerduka #TokohGorontalo #PendidikGorontalo #InMemoriam
FacebookThreadsWhatsAppX
2 min read