Serda Rein Pasau, prajurit Marinir asal Kabupaten Bone Bolango, dimakamkan di pekuburan keluarga pada Sabtu pagi, 31 Januari 2026. Ia gugur saat bertugas di Bandung Barat, diduga menjadi korban longsor yang terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026.

Longsor itu melanda Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat, dan menimpa area latihan prajurit. Setelah longsor, 23 prajurit TNI Angkatan Laut dinyatakan hilang, dan Rein termasuk di antaranya.

Kabar kepergiannya membuat warga Gorontalo ikut berduka. Banyak yang merasa kehilangan seorang putra daerah yang gugur saat menjalankan tugas negara.

Serda Rein Pasau pulang ke Bone Bolango

Pemulangan jenazah diatur oleh TNI AL. Jenazah diterbangkan dengan pesawat komersial Garuda Indonesia GA 644 yang berangkat dari Jakarta dini hari.

Pesawat mendarat di Gorontalo pukul 07.25 Wita. Keluarga dan kerabat sudah menunggu dengan haru di rumah duka di Jl. Sultan Botituhe, Kelurahan Pauwo, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango.

Abdul Rasyid Pasau, perwakilan keluarga, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang ikut membantu proses pemakaman.

“Semoga semua pihak yang terlibat diberikan balasan yang setimpal karena telah membantu keluarga melaksanakan kegiatan ini,” ujarnya dengan haru.

Naik pangkat anumerta

Komandan Pangkalan TNI AL Gorontalo Letkol Laut (P) Hanny C Sukmana hadir dan menyampaikan duka mendalam atas kepergian almarhum.

Di hadapan pelayat, ia mengumumkan bahwa Serda Rein Pasau mendapat kenaikan pangkat anumerta menjadi Sertu Marinir. Penghargaan ini diberikan kepada prajurit yang gugur dalam tugas.

Hanny juga mengajak pelayat berdoa untuk almarhum, memohon ampunan atas kesalahannya serta agar pengabdiannya diterima Tuhan.

“Saya berharap keluarga yang ditinggalkan dapat menerima kepergian almarhum dengan ikhlas, mengingat bahwa semua ini adalah kehendak Tuhan,” tandasnya.

Kepergian Rein menjadi pengingat bahwa tugas prajurit tidak hanya berisiko di medan operasi. Latihan pun bisa berujung duka ketika bencana alam datang tiba-tiba.

Rein Pasau kini beristirahat di tanah kelahirannya. Bagi keluarga dan warga Bone Bolango, ia dikenang sebagai prajurit yang gugur saat mengabdi.

2 min read