Sharon Evangeline Tentero mengangkat nama Gorontalo di ajang Miss Indonesia 2025. Mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran berusia 20 tahun ini menjadi finalis mewakili Gorontalo.

Sharon lahir di Banggai, Sulawesi Tengah, pada 2005, tetapi dibesarkan di Kota Gorontalo. Di sanalah ia menempuh pendidikan dari TK sampai SMP.

Perjalanan Sharon Evangeline Tentero

Semangat merantau membawanya ke IPH West Surabaya saat SMA. Setelah itu, ia diterima di Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran dan kini tinggal di kos di kawasan Jatinangor, Jawa Barat.

Di sela kuliah, Sharon menjalani berbagai aktivitas pengembangan diri. Menurutnya, mimpi besar bisa dicapai siapa saja yang punya tekad kuat, doa yang tulus, dan dukungan orang-orang di sekitarnya.

Perjalanan dari bangku SMP di Kota Gorontalo hingga panggung nasional ini menunjukkan bagaimana pendidikan dan keberanian merantau membentuk langkahnya.

Proses yang cepat dan penuh tantangan

Masuk jajaran finalis bukan hal mudah. Sharon mengaku semuanya terjadi begitu cepat.

“Perasaan saya tentunya masih tidak menyangka karena timeline-nya terjadi cukup cepat, prosesnya juga punya banyak tantangan. Tapi saya senang karena bisa berkesempatan bertumbuh dan berkembang bersama organisasi dan para finalis Miss Indonesia 2025 yang luar biasa,” ungkapnya.

Misi untuk perempuan muda Gorontalo

Bagi Sharon, Miss Indonesia bukan sekadar ajang kecantikan, tetapi ruang belajar dan berkontribusi. Ia ingin menjadi pribadi yang lebih baik dan layak mewakili Gorontalo.

“Misi saya tentunya menjadi pribadi yang lebih baik agar layak merepresentasikan Gorontalo dan menjadi inspirasi untuk teman-teman perempuan di Gorontalo bahwa mengejar mimpi bukan sesuatu yang mustahil selama ada doa, usaha, dan dukungan,” tuturnya.

Di usia 20 tahun, Sharon sudah membuktikan bahwa kerja keras dan dukungan keluarga bisa membawa seseorang dari kota kecil ke panggung nasional.

Ia juga ingin kisahnya menjadi bukti bahwa perempuan dari daerah punya kesempatan yang sama untuk bersaing di tingkat nasional.

Langkah Sharon menjadi pengingat bahwa asal daerah bukan batas untuk bersinar. Bagi perempuan muda Gorontalo, kisahnya bisa jadi dorongan untuk berani mencoba panggung yang lebih besar.

2 min read