Siaga kemarau 2026 resmi diberlakukan di Provinsi Gorontalo. Gubernur Gusnar Ismail menerbitkan Surat Edaran Nomor 360/BPBD/1005/VII/2026 tentang kesiapsiagaan menghadapi kekeringan, krisis air bersih, dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Edaran ini diteken pada 17 Juli 2026 dan dikirim ke semua bupati serta wali kota di Gorontalo. Acuannya adalah prakiraan BMKG tentang puncak musim kemarau.
Deteksi dini dan pemetaan wilayah rawan kekeringan
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Gorontalo, Syahbuddin Buata, menyebut surat ini menjadi pedoman mitigasi sejak dini.
“Surat edaran ini merupakan langkah antisipatif Pemerintah Provinsi Gorontalo agar seluruh pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan, krisis air bersih, maupun kebakaran hutan dan lahan. Penanganan harus dilakukan sejak dini sehingga dampaknya terhadap masyarakat dapat ditekan,” ujarnya pada Senin, 20 Juli 2026.
Pemerintah daerah diminta memetakan wilayah yang rawan kekeringan dan karhutla. Peta ini menjadi dasar mitigasi dan penyaluran bantuan jika terjadi keadaan darurat.
Patroli karhutla dan cadangan air bersih
Kabupaten dan kota juga diminta meningkatkan patroli di wilayah rawan kebakaran serta mengedukasi warga agar tidak membakar lahan.
Infrastruktur air seperti embung, waduk, irigasi, dan fasilitas air bersih harus dioptimalkan. Cadangan logistik dan bantuan air bersih juga diminta disiapkan sejak sekarang.
“Pemerintah daerah juga diminta menyiapkan cadangan logistik dan bantuan air bersih sejak sekarang. Dengan persiapan yang matang, distribusi bantuan dapat dilakukan lebih cepat apabila masyarakat mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih,” katanya.
Posko siaga dan laporan berkala
Di sektor pertanian, daerah diminta menjaga produktivitas lahan agar hasil panen tidak anjlok. Seluruh daerah juga wajib mengaktifkan Posko Siaga Darurat Bencana dan melapor secara berkala kepada Gubernur lewat BPBD.
Yang bisa dilakukan warga
Syahbuddin mengimbau warga menghemat air, tidak membuka lahan dengan cara dibakar, dan segera melapor jika menemukan titik api atau tanda kekeringan.
Langkah kecil seperti menampung air hujan terakhir, memperbaiki keran bocor, dan tidak membuang puntung rokok sembarangan di kebun bisa sangat membantu. Musim kemarau yang panjang biasanya paling terasa bagi petani dan warga yang bergantung pada sumur.




