Syafrin Liputo, putra Gorontalo, resmi dilantik Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebagai Wali Kota Jakarta Selatan pada Rabu, 15 April 2026. Ia kini memimpin wilayah ibu kota dengan penduduk lebih dari 2,3 juta jiwa.

Sebelumnya, Syafrin dikenal sebagai “panglima” transportasi Jakarta. Ia menjabat Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta sejak 2019, atau sekitar tujuh tahun di bawah tiga gubernur berbeda.

Usai pelantikan, ia bahkan terlihat naik bus Transjakarta, sesuai latar belakangnya sebagai orang transportasi.

Karier Syafrin Liputo yang naik turun

Perjalanan kariernya tidak selalu mulus. Pada 2015, saat menjabat Kepala Bidang Pengendalian Operasional Dishub DKI, ia dicopot oleh Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Setelah itu, Syafrin sempat berkarier di kementerian sebelum kembali ke Balai Kota. Di era Gubernur Anies Baswedan, ia diangkat langsung sebagai Kepala Dinas Perhubungan pada 2019.

Kariernya di dunia transportasi memang sangat mengakar. Ia juga pernah dipercaya menjadi Komisaris Utama PT Jakarta Lingko Indonesia lewat RUPSLB pada 21 Juni 2023.

Profil singkat

Syafrin lahir di Gorontalo pada 26 Maret 1971. Ia mulai bertugas di Dishub DKI sejak 11 April 2006 sebagai Kepala Seksi Data dan Informasi.

Pendidikan sarjananya ditempuh di STTD Bekasi. Pada 2014, ia menyelesaikan program doktor Ilmu Lingkungan di Universitas Indonesia.

Tantangan di Jakarta Selatan

Publik kini menanti gebrakannya. Bekal keahlian transportasi dan gelar doktor lingkungan dinilai cocok untuk dua pekerjaan rumah terbesar Jaksel: macet dan minimnya ruang hijau.

Tanggung jawabnya kini lebih luas. Ia tidak hanya mengurus jalan dan angkutan umum, tetapi juga seluruh urusan pemerintahan di wilayahnya.

Inspirasi buat anak muda Gorontalo

Kisah Syafrin menunjukkan bahwa karier birokrasi bisa naik lagi setelah jatuh. Ketekunan dan keahlian di satu bidang membawanya dari kepala seksi hingga memimpin salah satu wilayah paling strategis di ibu kota.

Bagi anak muda Gorontalo yang merantau, namanya bisa menjadi pengingat bahwa putra daerah punya peluang besar untuk berkiprah di level nasional.

2 min read