Takjil yang dijual di sekitar kampus Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dinyatakan aman dikonsumsi. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Gorontalo menguji 34 sampel pada pekan pertama Ramadan 2026, dan tak satu pun mengandung bahan berbahaya.
Pengawasan ini melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Ketahanan Pangan Kota Gorontalo. Pengujian dilakukan langsung di lokasi dengan laboratorium keliling.
Takjil apa saja yang diuji?
Kepala BBPOM di Gorontalo, Lintang Purba Jaya, menyebut sampel diambil dari beragam jajanan. Jenisnya beragam, dari es buah, lemper, dan bakwan, sampai batagor, mi, ikan suwir, serta kue dan minuman yang diberi pewarna.
“Dari hasil pengawasan dan hasil pengujian, alhamdulillah semuanya negatif mengandung bahan berbahaya formalin, boraks, rhodamin B, dan metanil yellow,” ungkap Lintang.
Kenali empat bahan berbahaya
Keempat zat itu sering disalahgunakan dalam makanan. Formalin dipakai sebagai pengawet, sedangkan boraks untuk membuat makanan lebih kenyal.
Rhodamin B dan metanil yellow adalah pewarna tekstil yang tidak layak dimakan. Rhodamin B memberi warna merah menyala, sementara metanil yellow memberi warna kuning mencolok.
Pedagang tetap diedukasi
Meski semua sampel aman, BBPOM tetap memberi edukasi kepada pedagang. Mereka diminta memakai pewarna dan bahan tambahan pangan yang sudah punya izin edar resmi.
“Meskipun tetap kita berikan edukasi kepada pedagang, utamanya untuk mempertahankan sumber bahan pewarnanya maupun bahan tambahan pangannya,” tambahnya.
Menurut Lintang, pengawasan akan dilanjutkan secara rutin bersama lintas sektor hingga menjelang Idulfitri.
Cara lapor jajanan mencurigakan
Kalau kamu menemukan takjil yang dicurigai tidak aman, laporkan langsung ke BBPOM Gorontalo atau Dinas Kesehatan. Laporan juga bisa lewat akun Instagram dan Facebook @bpom.gorontalo.
Sebagai pembeli, waspadai makanan dengan warna terlalu mencolok, tekstur yang terlalu kenyal, atau makanan basah yang tidak cepat basi. Ciri-ciri itu bisa jadi tanda adanya bahan tambahan yang tidak semestinya.
Hasil pengujian ini jadi kabar baik bagi mahasiswa dan warga yang rutin berburu takjil di kawasan kampus selama Ramadan. Meski begitu, tetap bijak memilih jajanan dan perhatikan kebersihan tempat berjualan.




