TPA Regional Talumelito terancam penuh jauh lebih cepat dari perkiraan. Sel yang dibangun untuk menampung sampah hingga tujuh tahun ke depan kini diperkirakan hanya bertahan satu sampai dua tahun.

Peringatan ini disampaikan Prof. Sukirman Rahim dalam kajiannya soal pengelolaan sampah, yang dipaparkan dalam Refleksi Ekonomi 2025 di aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo.

Sampah dari tiga daerah

TPA Regional Talumelito menampung sampah dari Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, dan Bone Bolango. Volume sampah dari ketiga daerah ini cukup besar.

“Estimasinya hingga tujuh tahun ke depan. Namun saat ini terancam hanya berumur satu hingga dua tahun ke depan akan segera penuh akibat timbunan sampah yang cukup besar,” ungkap Prof. Sukirman.

TPST 3R tak berjalan

Menurut Sukirman, penyebab lainnya adalah Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) 3R di Kota Gorontalo dan Bone Bolango yang tidak beroperasi sesuai harapan. Akibatnya, sampah tidak dipilah dan diolah lebih dulu sebelum dikirim ke TPA.

Semua sampah langsung masuk ke sel TPA, sehingga kapasitasnya cepat habis. Padahal, sebagian sampah seperti sisa makanan dan plastik bisa diolah atau didaur ulang di tingkat kota dan kabupaten.

Konsekuensi pembangunan

Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo Wahyudin Katili menyebut pertambahan penduduk, kemajuan ekonomi, dan meningkatnya aktivitas warga ikut menaikkan jumlah sampah.

“Itu sudah menjadi konsekuensi dari kemajuan pembangunan, tapi hendaknya kolaborasi penanganan harus ada,” ujar Wahyudin.

Pemprov akan berusaha menambah kapasitas TPA. Namun, pemerintah kabupaten dan kota, terutama Kota Gorontalo, diminta menjalankan pemilahan dan pengolahan awal di TPST 3R.

“Langkah tersebut juga akan membentuk kemandirian masyarakat serta pemberdayaan dan optimalisasi daur ulang sampah,” pungkas Wahyudin.

Yang bisa dilakukan dari rumah

Masalah TPA tidak hanya urusan pemerintah. Setiap rumah bisa membantu dengan memilah sampah organik dan anorganik, mengurangi plastik sekali pakai, dan mengolah sisa makanan menjadi kompos.

Botol, kardus, dan kaleng bisa disetor ke bank sampah atau pemulung. Semakin sedikit sampah yang masuk TPA, semakin lama umur TPA Talumelito, dan semakin kecil risiko kota kebingungan membuang sampah.

2 min read