Kunjungan hiu paus Botubarani terus melonjak, baik dari wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun, ramainya pengunjung mulai memicu kekhawatiran soal kelestarian satwa dan lingkungan di kawasan itu.
Isu ini dibahas dalam Diskusi Kinerja bersama ASN Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga serta Dinas Koperasi UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Gorontalo di Aula BKPSDM pada Kamis, 23 April 2026.
Kekhawatiran soal satwa
Erwin Gobel, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda, menilai perlu ada pengendalian agar ekosistem tetap seimbang.
“Dengan banyaknya orang yang datang, ada potensi kelestarian satwa terganggu. Karena itu perlu ada pembatasan jumlah pengunjung agar lingkungan tetap terjaga,” ujarnya.
Uang miliaran, PAD belum optimal
Erwin juga menyoroti sisi ekonomi. Perputaran uang di Botubarani besar, tetapi belum banyak masuk ke kas daerah.
“Perputaran uang di kawasan itu bisa mencapai miliaran rupiah setiap bulan, tetapi belum memberikan kontribusi optimal ke provinsi. Maka perlu ada badan pengelola agar potensi ini bisa menjadi pendapatan daerah,” jelasnya.
Opsi pembatasan pengunjung
Gubernur Gusnar Ismail menyatakan pengelolaan Botubarani akan dikaji menyeluruh bersama pemerintah kabupaten, pengelola di lapangan, dan warga.
“Ini persoalan strategis, jadi harus dikaji secara komprehensif. Kita libatkan semua pihak, mulai dari pemerintah kabupaten, pengelola di lapangan hingga masyarakat. Pengaturannya harus jelas, termasuk pembagian manfaatnya,” ujar Gusnar.
Opsinya antara lain membatasi jumlah pengunjung, mengatur jam kunjungan dengan sistem slot, dan menyesuaikan tarif.
“Pengaturannya nanti kita lihat, bisa saja jumlah pengunjung dibatasi, waktu kunjungan diatur, termasuk tarifnya. Tapi semua itu harus dikaji dulu secara matang, supaya jelas pembagian manfaatnya, baik untuk daerah, kabupaten, maupun masyarakat,” tegas Gusnar.
Belajar dari destinasi lain
Sistem kuota dan slot waktu sudah lazim di banyak destinasi alam populer. Tujuannya agar satwa tidak stres dan pengunjung tetap mendapat pengalaman yang nyaman.
Buat wisatawan, aturan ini mungkin berarti harus memesan jadwal lebih dulu. Tetapi jika itu membuat hiu paus tetap datang ke Botubarani, pembatasan justru menjaga agar wisata ini bisa dinikmati lebih lama.

