UMKM Gorontalo diminta mengubah cara pandang soal kredit bank. Gubernur Gusnar Ismail menegaskan pinjaman perbankan bukan bantuan sosial, melainkan modal strategis untuk membesarkan usaha.

Pesan itu disampaikan dalam rangkaian program UMKM Naik Kelas yang juga didorong Bank Indonesia Gorontalo. Targetnya, UMKM tidak hanya naik kelas, tetapi juga mampu menghasilkan produk berkualitas ekspor.

UMKM Gorontalo jadi pondasi ekonomi

Gusnar menyebut ekonomi Gorontalo kini berdiri di atas dua kaki: pertanian dan UMKM. Sejak 2015, peran pertanian perlahan bergeser, sementara usaha kecil tumbuh pesat hingga sejajar menopang ekonomi daerah.

Pertumbuhan itu terjadi meski kapasitas fiskal daerah sedang tertekan, sehingga peran swasta dan pelaku usaha menjadi makin penting.

Dalam sumber, pertumbuhan ekonomi Gorontalo tahun 2025 disebut mencapai 5,17 persen, di atas rata-rata nasional. Angka ini berbeda dengan paparan BI Gorontalo sebelumnya yang menyebut 5,71 persen.

Berani tanda tangan kontrak

Gusnar mendorong pelaku usaha tidak takut meminjam, asal perhitungannya matang.

“Jangan dilihat kredit itu sebagai bantuan sosial. Beranilah tanda tangan kontrak, pinjam uang bank, yang penting kalkulasinya benar, insyaallah tumbuh berkembang,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa UMKM tidak cukup hanya untuk memenuhi kebutuhan dapur. UMKM perlu tumbuh menjadi pemain yang ikut menentukan arah pembangunan daerah.

Gebyar UMKM tanpa pemerintah di depan panggung

Gusnar punya target lain. Dalam dua hingga tiga tahun, ia ingin Gebyar UMKM tidak lagi diselenggarakan pemerintah, melainkan sepenuhnya digerakkan sektor swasta.

“Mindset kita sekarang, kalau bukan pemerintah yang di depan panggung, acaranya tidak berasa apa-apa. Ini harus kita geser. Kita harus jadi pelaku bisnis sehingga ekonomi akan tumbuh dengan cepat,” tambahnya.

Sebelum mengajukan kredit

Pinjaman bisa jadi bahan bakar usaha, tetapi juga bisa jadi beban kalau tidak direncanakan. Sebelum mengajukan, hitung dulu kemampuan membayar cicilan dari keuntungan usaha, bukan dari uang belanja rumah tangga.

Mulailah dengan pencatatan keuangan yang rapi. Bank biasanya lebih mudah percaya pada usaha yang punya catatan penjualan jelas. Pilih juga produk pembiayaan dengan bunga ringan, seperti KUR, yang memang dirancang untuk usaha kecil.

2 min read