Bagaimana sebuah kabupaten mempersiapkan diri menyambut ribuan tamu dari seluruh Indonesia? Jawabannya ada pada transformasi wajah ruang publik yang dilakukan Kabupaten Gorontalo menjelang PENAS KTNA 2026. Sejumlah pusat keramaian dipercantik secara signifikan, mengubah tampilan kota Limboto dan sekitarnya menjadi lebih modern namun tetap bernuansa lokal. Di Menara Pakaya, ornamen budaya kini menghiasi kaki ikon kota tersebut, dilengkapi lampu warna-warni yang mempercantik pemandangan malam hari.
Revitalisasi Taman Menara Pakaya menghadirkan videotron bundar sebagai ikon utama yang memberikan sentuhan kontemporer. Tidak berhenti di pusat kota, destinasi wisata lain juga mendapat pembenahan. Taman Wisata Taluhu Barakati baru saja diresmikan khusus untuk menyambut wisatawan PENAS. Sementara Pentadio Resort di Kecamatan Telaga Biru tampil dengan wajah baru berupa replika kucing raksasa interaktif yang menjadi daya tarik visual unik bagi pengunjung. Pembenahan ini dilakukan secara simultan di berbagai titik strategis.
Transformasi infrastruktur wisata ini bukan sekadar kosmetik untuk event sesaat, melainkan investasi jangka panjang bagi pariwisata kabupaten. Ketika sebuah daerah menggunakan momentum event nasional sebagai katalisator perbaikan fasilitas publik, manfaatnya tetap dirasakan warga jauh setelah para peserta pulang. Videotron, ornamen budaya, dan ikon wisata baru menjadi aset yang memperkaya pengalaman pengunjung sekaligus kebanggaan masyarakat lokal. PENAS XVII dengan demikian berfungsi ganda: sebagai forum nasional petani-nelayan dan sebagai etalase kemajuan pembangunan daerah yang siap dilihat oleh mata seluruh Indonesia.
