Kemunculan hiu paus di perairan Botubarani, Gorontalo, tidak hanya memukau wisatawan domestik dan mancanegara, tetapi juga menarik perhatian pejabat pusat. Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengunjungi kawasan wisata ini pada Rabu (8/4) dan terlihat menikmati interaksi langsung dengan satwa langka yang akrab disapa 'Sherly' itu. Politisi PAN ini mengungkapkan kekagumannya terhadap keberadaan hiu paus sebagai daya tarik eksotis yang harus dilestarikan. "Jadi kesannya sangat eksotik karena ini adalah binatang langka, hiu paus, dan harus dilestarikan karena ini sudah menjadi daerah konservasi," ujarnya. Apresiasi ini datang dari level kementerian, menandakan potensi Botubarani telah masuk radar pariwisata nasional.

Namun Viva Yoga menekankan peringatan penting: kebersihan lingkungan adalah prasyarat mutlak bagi kelangsungan wisata ini. "Harus betul-betul diperhatikan dari sisi lingkungan, kebersihan lingkungan, jangan sampai kemudian airnya menjadi kotor, terus pausnya tidak mau datang lagi ke sini," tambahnya. Hiu paus adalah spesies sensitif yang kehadirannya bergantung pada kualitas ekosistem perairan. Jika polusi atau gangguan antropogenik meningkat, mereka akan meninggalkan kawasan dan tidak kembali. Pesan konservasi ini ditempatkan sebelum aspirasi pengembangan infrastruktur, menunjukkan pemahaman bahwa daya tarik alamiah Botubarani rapuh dan tidak bisa dieksploitasi tanpa batas.

Viva Yoga melihat potensi Botubarani menjadi destinasi pariwisata kelas dunia, dengan catatan peningkatan fasilitas dan infrastruktur dilakukan secara bertahap dan terkendali. "Kedepannya nanti secara perlahan soal fasilitas umum, kemudian hal-hal yang berkaitan dengan infrastruktur itu bisa ditingkatkan lagi agar menjadi destinasi atau menjadi tempat pariwisata dunia di sini," jelasnya. Pendekatan incremental ini penting untuk menghindari pembangunan masif yang merusak habitat. Harapannya singkat namun jelas: "agar bisa menjadi pariwisata dunia di sini."

Kunjungan Wamentrans membawa bobot politis yang bisa mempercepat alokasi sumber daya untuk konservasi dan pengembangan berkelanjutan Botubarani. Namun, perhatian pusat juga membawa risiko komersialisasi berlebihan jika tidak diimbangi regulasi ketat. Kunci keberlanjutan terletak pada keseimbangan antara akses wisatawan dan proteksi ekosistem. Ketika pejabat pusat kagum sekaligus mengingatkan tentang konservasi, sinyal yang dikirim ke pemerintah daerah dan operator wisata adalah bahwa pengembangan Botubarani harus mengikuti prinsip ekowisata, bukan pariwisata massal. Hiu paus datang karena perairannya bersih; tugas manusia adalah menjaga agar mereka tetap punya alasan untuk kembali.

Hiu Paus BotubaraniViva Yoga MauladiWisata GorontaloKonservasi LautEkowisataDestinasi DuniaSherly Hiu PausPariwisata Berkelanjutan
FacebookThreadsWhatsAppX
2 min read