Gorontalo kehilangan salah satu tokoh visionernya. Yosep Tahir Ma’ruf, atau akrab disapa Yotama, menghembuskan napas terakhir pada Rabu (24/7/2019) pukul 00.25 Wita di RS MM Dunda Limboto setelah kondisi kesehatannya menurun sejak Magrib sebelumnya. Pria kelahiran 3 April 1970 ini dikenal luas sebagai perintis Desa Adat Bubohu di Kecamatan Batudaa Pantai, sebuah kawasan gersang yang ia sulap menjadi destinasi wisata religi yang asri dan bermakna.

Warisan Yotama bukan sekadar keindahan fisik. Desa Adat Bubohu memadukan agama, budaya, dan lingkungan, lengkap dengan pesantren alam dan museum fosil kayu. Ia juga memprakarsai pembangunan Masjid Walima Emas berkubah emas di puncak Desa Bongo serta mendirikan SMK Pariwisata Bubohu yang menggratiskan biaya pendidikan bagi putra-putri Gorontalo. Semangatnya yang pantang menyerah tercermin dalam mimpinya membangun masjid bawah laut pertama di dunia bersama Hinca Panjaitan pada 2016. “Memang orang-orang menganggap ini mustahil. Tapi setiap ada niat baik akan selalu tersedia ribuan jalan. Dan Allah Maha Berkehendak,” ucapnya kala itu.

Kabar wafatnya Yotama pertama kali menyebar melalui WhatsApp dini hari, mengejutkan banyak pihak yang mengenal dedikasinya. Gelar adat Sultan Yotama Gorontalo Bubohu XII yang disematkan kepadanya menjadi simbol penghormatan atas kontribusi besarnya. Meski ia telah tiada, karya-karyanya tetap hidup sebagai monumen ketulusan seorang putra daerah yang percaya bahwa visi besar selalu dimulai dari niat baik dan tindakan nyata.

Yosep Tahir Ma'rufYotamaDesa Adat BubohuGorontaloMasjid Walima EmasWisata ReligiSMK Pariwisata BubohuTokoh Gorontalo
FacebookThreadsWhatsAppX
2 min read