Hiu paus Botubarani di Pantai Botubarani, Bone Bolango, didorong menjadi destinasi wisata kelas dunia. Dorongan ini disampaikan Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi saat berkunjung pada Rabu, 8 April 2026.
Kawasan ini terus menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Pejabat pusat dan pesohor juga kerap datang untuk melihat “Sherly”, sebutan warga untuk hiu paus di sana.
Kesan Wamentrans soal wisata hiu paus
Viva Yoga tampak menikmati kemunculan hiu paus. Ia menyebut satwa ini langka dan harus dilestarikan bersama.
Hiu paus adalah ikan terbesar di dunia, tetapi jinak dan hanya memakan plankton serta ikan kecil. Kemunculannya di perairan dangkal Botubarani membuat pengunjung bisa melihatnya dari jarak dekat, pengalaman yang jarang ditemukan di tempat lain.
“Jadi kesannya sangat eksotik karena ini adalah binatang langka, hiu paus, dan harus dilestarikan karena ini sudah menjadi daerah konservasi. Dan harus dipertahankan bukan hanya oleh masyarakat di sekitar sini tapi juga oleh pemerintah daerah,” ujarnya.
Jaga kebersihan air
Ia mengingatkan bahwa kebersihan lingkungan adalah kunci agar hiu paus tetap datang.
“Harus betul-betul diperhatikan dari sisi lingkungan, kebersihan lingkungan, jangan sampai kemudian airnya menjadi kotor, terus pausnya tidak mau datang lagi ke sini,” tambahnya.
Fasilitas perlu ditingkatkan
Menurut Viva Yoga, Botubarani berpotensi menjadi destinasi dunia jika fasilitas umum dan infrastrukturnya ditingkatkan secara bertahap.
“Kedepannya nanti secara perlahan soal fasilitas umum, kemudian hal-hal yang berkaitan dengan infrastruktur itu bisa ditingkatkan lagi agar menjadi destinasi atau menjadi tempat pariwisata dunia di sini,” jelasnya.
Etika melihat hiu paus
Buat kamu yang ingin berkunjung, ikuti arahan pemandu dan pengelola. Jangan menyentuh atau menunggangi hiu paus, jaga jarak saat berenang atau snorkeling, dan jangan membuang sampah ke laut.
Hindari juga memakai tabir surya berbahan kimia keras saat masuk ke air, karena bisa mencemari perairan. Aturan sederhana ini membantu menjaga Sherly dan kawanannya tetap nyaman kembali ke Botubarani.
Kalau semua pihak menjaga, bukan tidak mungkin Botubarani benar-benar dikenal dunia sebagai tempat terbaik melihat hiu paus dari dekat.

