Takjil depan Kampus 1 UNG langsung diserbu pembeli pada hari pertama Ramadan, Kamis, 19 Februari 2026. Pedagang sudah menyiapkan stan sejak pukul 15.00 WITA untuk menyambut warga yang mencari menu berbuka.

Sekitar 15 stan berjejer di depan kampus Universitas Negeri Gorontalo itu, menawarkan beragam makanan dan minuman.

Menu takjil depan Kampus 1 UNG

Pilihannya cukup lengkap. Ada es buah dan kolak, kue tradisional, puding, sampai donat.

Beberapa stan juga menjual makanan berat. Jadi, pembeli tidak perlu lagi mencari makan malam di tempat lain setelah berbuka.

Es buah jadi primadona

Di antara semua menu, es buah paling cepat diserbu. Begitu stan dibuka, pembeli langsung antre, dan di beberapa stan stoknya habis lebih dulu dibanding menu lain.

Menariknya, meski kampus masih libur, kawasan depan UNG tetap ramai. Pembelinya bukan hanya mahasiswa, tapi juga warga sekitar.

Cerita mahasiswa rantau

Salah satu pembeli adalah Fitri, mahasiswi Jurusan Ekonomi UNG asal Tolitoli, Sulawesi Tengah. Ia kembali menjalani Ramadan jauh dari keluarga.

“Ini sudah bukan pertama kali saya puasa di Gorontalo, tapi tetap saja ada rasa rindu sama keluarga di Tolitoli. Karena jaraknya jauh, saya jarang bisa pulang, jadi ya puasa di sini. Tapi alhamdulillah di sini juga banyak teman, makanya saya cari takjil di sini biar tetap semangat,” ujar Fitri.

Bagi mahasiswa rantau seperti Fitri, berburu takjil bersama teman bisa sedikit mengobati rasa rindu kampung halaman.

Tips berburu takjil

Kalau incaranmu es buah, datang lebih awal sebelum stok habis. Bawa uang pas atau siapkan pembayaran digital agar antrean lebih cepat.

Melihat antusiasme di hari pertama, para pedagang yakin lapak mereka akan tetap dipadati pembeli sampai Ramadan berakhir. Buat anak kos, kawasan ini jelas jadi salah satu spot andalan untuk berbuka.

Selain praktis, membeli takjil di lapak kecil seperti ini juga ikut membantu pedagang lokal. Banyak dari mereka hanya berjualan musiman selama Ramadan untuk menambah penghasilan keluarga.

2 min read